Show simple item record

dc.contributor.advisorDaryanto, Heny K.
dc.contributor.advisorSuprayitno, Gendut
dc.contributor.authorFasyah, Driska Nurizizah
dc.date.accessioned2025-08-07T09:59:57Z
dc.date.available2025-08-07T09:59:57Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167685
dc.description.abstractStruktur usaha di Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa 99.84% usaha adalah usaha dengan skala kecil menengah yang berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi. Wilayah ini memiliki daya saing yang tinggi apabila didukung oleh keunggulan sumber daya alam atau aktivitas ekonomi berbasis industri. Karena itu Industri Kecil Menengah (IKM) sektor agro memiliki potensi untuk dikembangkan dimana saat ini menyumbang 28.09% PDRB dari total 9 sektor. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 9 tahun 2014 bahwa produk yang dihasilkan oleh usaha kecil menengah yang potensial dengan memanfaatkan sumber daya adalah produk unggulan daerah yang menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing. Wilayah Kabupaten Bogor dibagi menjadi 40 kecamatan yang memiliki sumber daya yang berbeda. Di sisi lain IKM juga masih memiliki hambatan dalam berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendapatkan prioritas produk unggulan IKM agro Kabupaten Bogor; (2) Mendapatkan kecamatan yang paling memiliki potensi untuk dikembangkan dengan basis produk unggulan IKM agro Kabupaten Bogor dan; (3) Merancang strategi yang mampu meningkatkan daya saing produk unggulan IKM agro Kabupaten Bogor. Sumber data yang digunakan berupa data primer yang berasal dari hasil wawancara dan pengisian kuesioner dengan pakar serta data sekunder. Metode analisis yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP), Metode Perbandingan Eksponensial (MPE), Bayes, Diamond Model dan matriks SWOT. Hasil perhitungan menggunakan metode MPE menyatakan bahwa produk minuman sari pala merupakan produk prioritas pertama yang berpotensi menjadi produk unggulan IKM agro yang memanfaatkan potensi yang ada sesuai dengan sumber daya dan kekhasan daerah. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode Bayes, kecamatan yang memiliki sumber daya lokal yang paling memadai dan telah berkembang pelaku IKM minuman sari pala adalah Kecamatan Tamansari. Hasil analisis daya saing menujukkan daya saing produk unggulan cukup unggul berdasarkan faktor-faktor dalam Diamond Model. Hasil tersebut menjadi rujukan dalam merancang strategi menggunakan matriks SWOT. Hasilnya berupa total 11 strategi yang diproritaskan menggunakan total skor. Strategi prioritas pertama adalah strategi peningkatan kegiatan promosi lokal hingga nasional, selanjutnya peningkatan kerjasama dengan lembaga riset, peningkatan informasi pasar, peningkatan hubungan kerja sama dengan supplier, pengembangan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi, menjaga kualitas mutu dan cita rasa produk, pelatihan manajemen usaha, pelaksanaan studi banding, pembentukkan asosiasi pengusaha olahan pala, perbaikan dan penambahan sarana prasarana produksi dan strategi dengan prioritas terakhir adalah peningkatan kegiatan forum IKM.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titlePerancangan Strategi Peningkatan Daya Saing Produk Unggulan Industri Kecil Menengah Agro Kabupaten Bogorid
dc.subject.keywordDaya Saingid
dc.subject.keywordIndustri Kecil Menengahid
dc.subject.keywordProduk Unggulanid
dc.subject.keywordSektor Agroid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record