Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, Lukman M
dc.contributor.advisorNovianti, Tanti
dc.contributor.authorPurwanto, Ratih Dwimeini
dc.date.accessioned2025-08-07T09:59:40Z
dc.date.available2025-08-07T09:59:40Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167680
dc.description.abstractMinyak dan gas (migas) di Indonesia masih menjadi penopang energi terbesar, sesuai dengan data dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyatakan bahwa pada tahun 2015 sebanyak 70 persen sumber energi di Indonesia masih berasal minyak dan gas. Terdapat tiga segmen industri minyak dan gas, yaitu upstream (hulu), midstream, dan downstream (hilir). Manajemen Rantai Pasok dalam industri downstream migas merupakan bidang yang sangat krusial untuk selalu dikembangakan. Strategi rantai pasokan solar non subsidi harus terus diperbaharui mengikuti pergerakan pasar dan industri yang saat ini sangat sulit diprediksi. Penelitian ini mencoba menggambarkan kondisi industri saat ini dengan dengan menggunakan analisis PESTLE yang dikombinasikan dengan analisis Porter’s Five Force. PT PQR sebagai salah satu pelaku usaha akan dinilai kinerja manajemen rantai pasoknya dengan menggunaka hirarki Balance Score Card (BSC). Pengembangan kinerja manajemen rantai pasok juga dirumuskan berdasarkan prioritas alternatif yang dihasilkan dari Analytical Hierarchy Process (AHP)
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Produksi Dan Operasiid
dc.titleAnalisis Kinerja dan Pengembangan Strategi Manajemen Rantai Pasok Industry Hilir Minyak Solar (Studi Kasus Pt Pqr)id
dc.subject.keywordAnalytical Hierarchy Process (Ahp)id
dc.subject.keywordBalance Scorecardid
dc.subject.keywordDieseldown Streamid
dc.subject.keywordOilid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record