| dc.description.abstract | Analisis keuangan merupakan alat penting bagi perusahaan asuransi untuk
melakukan evaluasi dan menyusun strategi bisnis. Rasio tingkat kesehatan
keuangan perusahaan asuransi dan rasio profitabilitas merupakan dua rasio
keuangan yang memiliki peranan penting terhadap bisnis asuransi jiwa. Rasio
tingkat kesehatan keuangan diproksikan oleh rasio Risk Based Capital (RBC), dan
merupakan rasio yang diawasi secara ketat oleh regulator (Otoritas Jasa
Keuangan). Rasio profitabilitasnya dicerminkan oleh rasio Return On Assets
(ROA) dan merupakan rasio yang menjadi perhatian pihak manajemen perusahaan
bisnis asuransi jiwa.
Perkembangan industri asuransi jiwa di Indonesia yang dilihat dari tingkat
kesehatan dan profitabilitasnya mengalami fluktuasi dari tahun 2010 hingga 2014.
Hal tersebut merupakan dampak dari terjadinya krisis ekonomi global maupun
nasional. Fluktuasi yang tidak terkontrol akan berdampak pada perkembangan
industri asuransi jiwa nasional. Pemahaman mengenai faktor penentu dari
perkembangan tingkat kesehatan keuangan dan profitabilitas harus dimiliki oleh
perusahaan maupun regulator untuk merumuskan strategi bisnis dan mendorong
pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional. Di negara berkembang, seperti
Indonesia, studi empiris mengenai faktor penentu tingkat kesehatan keuangan dan
profitabilitasperusahaan asuransi jiwa secara keseluruhan, belum banyak
dilakukan. Oleh karena itu, tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis
karakteristik dan faktor penentu tingkat kesehatan keuangan serta profitabilitas
perusahaan asuransi jiwa di Indonesia dari tahun 2010 hingga 2014. Guna
menjawab tujuan tersebut, maka penelitian ini menggunakan dua model (Model
RBC dan model ROA). Faktor yang dipertimbangkan akan memengaruhi tingkat
kesehatan keuangan (model RBC) adalah komposisi asetnya, seperti proporsi aset
yang diinvestasikan pada jenis investasi saham, obligasi, reksadana, surat
berharga dan deposito disertai dengan variabel makroekonomi seperti tingkat
inflasi dan suku bunga. Faktor yang dipertimbangkan dalam analisis faktor
penentu profitabilitas (model ROA) berasal dari faktor spesifik perusahaan,
seperti liquidity ratio, leverage ratio, risk based capital ratio (RBC), equity
capital, size of company, premium growth dan faktor makroekonomi, inflasi.
Keduanya dianalisis dengan metode regresi data panel dan diolah menggunakan
perangkat lunak E-Views 9.
Hasil analisis data panel menghasilkan beberapa temuan, yaitu (1) regresi
data panelmenggunakan fixed effect model (FEM) untuk model RBC memberikan
R2 sebesar 0.7766. Artinya, variabel bebas yang digunakan dalam model mampu
menjelaskan variasi RBC sebesar 77.66 persen sedangkan sisanya dijelaskan oleh
variabel lain di luar model. Nilai rataan RBC dari seluruh perusahaan asuransi
jiwa adalah 558.70 persen, jauh berada di atas batas minimum yang
dipersyaratkan oleh OJK (120 persen) dan mengindikasikan bahwa tingkat
kesehatan keuangan perusahaan asuransi jiwa di Indonesia perlu dikontrol
kembali oleh regulator karena dapat berpengaruh negatif terhadap profitabilitas (ROA) perusahaan asuransi jiwa (2) regresi data panel menggunakan fixed effect
model (FEM) untuk model ROA memberikan R2
sebesar 0.8435. Artinya, sebesar
84.35 persen variasi ROA dapat dijelaskan oleh variabel-variabel bebas yang
digunakan, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar model.
Variabel yang berpengaruh signifikan positif terhadap ROA adalah size of
company, equity capital, leverage ratio dan liquidity ratio pada tingkat
kepercayaan 75 persen. Variabel yang berpengaruh signifikan negatif ialah
premium growth dan RBC, sedangkan inflasi tidak berpengaruh signifikan
terhadap ROA.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulator harus lebih mengawasi
tingkat kesehatan keuangan dan juga komposisi aset investasi yang dilakukan
perusahaan asuransi jiwa agar tidak melebihi batas yang telah dipersyaratkan
sehingga berisiko pada kebangkrutan. Selain itu, perusahaan-perusahaan asuransi
jiwa yang berskala besar akan memiliki tingkat profitabilitas yang lebih baik
dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan kecil. Hasil penelitian ini dapat
dijadikan bahan dasar pertimbangan regulator untuk melakukan pengawasan lebih
ketat terhadap tingkat kesehatan keuangan perusahaan asuransi dan juga bagi
manajemen dalam mengatur strategi bisnis untuk meningkatkan profitabilitas serta
dapat digunakan oleh calon pemegang polis untuk memilih perusahaan asuransi
jiwa yang terpercaya. | |