| dc.description.abstract | Sekolah Pascasarjana IPB sebagai unit yang ada di Institut Pertanian Bogor
telah mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Namun
dalam pelaksanaannya dari tahun 2011 sampai tahun 2016, SPs-IPB belum pernah
melakukan audit internal, audit surveillance maupun tinjauan manajemen yang
merupakan prosedur wajib dalam ISO. Selain itu, sertifikat ISO berlaku selama 3
tahun yang artinya mulai bulan Juni 2014 sertifikat ISO 9001:2008 yang diperoleh
SPs-IPB sudah tidak berlaku lagi. Peningkatan mutu melalui sistem manajemen
mutu yang dijalankan dengan baik diharapkan mampu meningkatkan kinerja SPs.
Oleh karena itu perlunya SPs merancang sistem manajemen kinerja agar tercapai
kinerja yang efektif dan efisien. Penilaian sistem manajemen kinerja SPs-IPB
dapat menggunakan pendekatan metode Academic Scorecard dan pengintegrasian
dengan standar untuk peningkatan kinerja organisasi seperti ISO 9004:2009.
Permasalahan yang terjadi menjadi landasan penelitian untuk menganalisis
tingkat kepentingan di antara klausul SMM ISO 9001:2008 yang diterapkan SPsIPB. Selain itu peneliti juga menganalisis sistem manajemen kinerja SPs-IPB
dengan pendekatan Academic Scorecard berbasis SMK ISO 9004:2009 untuk
dapat merancang sistem manajemen kinerja di SPs-IPB. Dalam menganalisis
tingkat kepentingan diantara klausul SMM ISO 9001:2008 menggunakan metode
analytic hierarchy process dan comparatif performance index sedangkan untuk
menganalisis sistem manajemen kinerja cukup menggunakan metode analytic
hierarchy process.
Hasil analisis tingkat kepentingan di antara klausul SMM ISO 9001:2008
didapatkan hasil bahwa klausul tanggung jawab manajemen memiliki tingkat
kepentingan tertinggi sebesar (43.9%), dengan kriteria klausul fokus pada
pelanggan (57.04) dan sub kriteria tanggung jawab dan wewenang (50.17) yang
menjadi prioritas tingkat keberhasilan. Hasil analisis tujuan 2 dalam pendekatan
academic scorecard menunjukan perspektif manajemen akademik (0.476) sebagai
prioritas tingkat kepentingan, untuk tujuannya meningkatkan manajemen
/kepemimpinan yang menjadi prioritas kepentingan sebesar (0.661). Sedangkan
untuk berbasis ISO 9004:2009, klausul manajemen proses menjadi prioritas utama
tingkat kepentingan dalam merancang sistem manajemen kinerja.
Peningkatan klausul tanggung jawab manajemen dalam hal ini fokus
peningkatan pelayanan kepada stakeholder SPs-IPB dan komitmen menjalankan
tanggung jawab dan wewenang menjadi prioritas penting dalam keberhasilan
pelaksanaan ISO 9001:2008 agar mampu menjawab tantangan globalisasi dimana
tujuan akhirnya adalah mencapai efektifitas dan efisiensi SPs-IPB dalam
memenuhi kebutuhan stakeholder. Untuk sistem manajemen kinerja faktor
kepemimpinan yang diharapkan dapat memimpin SPs-IPB dalam hal peningkatan
manajemen kinerja dengan pengelolaan sistem manajemen secara menyeluruh dan
berkesinambungan serta dapat mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki agar
tujuan SPs-IPB dapat terlaksana. | |