Show simple item record

dc.contributor.advisorAchsani, Noer Azam
dc.contributor.advisorIrawan, Tony
dc.contributor.authorRahma, Mivthahul
dc.date.accessioned2025-08-07T09:58:32Z
dc.date.available2025-08-07T09:58:32Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167660
dc.description.abstractBesarnya komposisi obligasi pemerintah Indonesia terhadap total utang dapat dilihat sebagai strategi pemerintah dalam memperoleh sumber pembiayaan dengan skema pembayaran yang menguntungkan. Saat ini, sebanyak 97.7% atau 1.991triliun diperdagangkan di pasar modal. Sehingga dapat dikatakan bahwa portofolio pembiayaan pemerintah sebagian besar jatuh tempo dalam jangka panjang. Namun, dari jumlah obligasi yang diperdagangkan lebih banyak diserap atau dimiliki oleh asing, terlepas dari SBN denominasi Non-Rupiah yang memang diperdagangkan di pasar global. Menambah kepemilikan oleh non residen, SBN denominasi Rupiah yang diperdagangkan sebanyak 37.59% atau setara dengan 523 triliun dimiliki oleh asing. Besarnya kepemilikan asing diduga karena expected return yang lebih tinggi sejalan dengan resiko yang dimiliki. Resiko yang besar diminimalisir dengan kepemilikan SBN dengan tenor jangka panjang. Berbicara mengenai resiko tidak terlepas dari asimetri volatilitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa keberadaan asimetri volatilitas pada seri obligasi pemerintah Indonesia yang diperdagangkan baik di pasar modal domestik maupun global dengan membandingkan berdasarkan tipe, denominasi dan tenor obligasi. Hasil olah dengan menggunakan pendekatan E-GARCH untuk menangkap prilaku asimetri menunjukkan, semakin panjang tenor seri obligasi SUN denominasi Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik, semakin tidak asimetri terhadap informasi negatif, sedangkan asimetri tidak ditemukan pada seri obligasi Sukuk denominasi Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik diberbagai tenor. Dengan kata lain, semakin pendek tenor seri obligasi SUN denominasi Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik, informasi negatif akan memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan dengan informasi positif pada magnitude yang sama. Sementara itu, asimetri juga ditemukan pada seri obligasi SUN dan Sukuk denominasi Dolar Amerika Serikat yang diperdagangkan di pasar modal global. Selanjutnya, untuk volatilitas yang diukur dengan menggunakan standar deviasi, menunjukkan return yang tinggi berbanding terbalik dengan resiko yang rendah dapat dilihat pada perbandingan seri obligasi SUN dan Sukuk denominasi Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik berdasarkan tenor, dimana semakin pendek tenor obligasi, memperoleh return yang tinggi, namun dengan resiko yang rendah. Return dan resiko yang berbanding lurus ditemukan pada perbandingan seri obligasi SUN dan Sukuk denominasi Rupiah yang diperdagangkan di pasar modal domestik, dimana seri obligasi Sukuk memiliki return dan resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan seri obligasi SUN. Dilain pihak, baik di pasar domestik maupun global, seri obligasi Sukuk memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan seri obligasi SUN. Oleh karenanya, baik di pasar modal domestik maupun global, investor atau manajer sekuritas dapat mengkombinasi seri obligasi SUN dan Sukuk dalam portofolionya, sehingga dapat meminimalisir resiko. Selanjutnya, untuk seri obligasi Sukuk
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleVolatilitas Asimetrik Obligasi Pemerintah Indonesia: Pendekatan E-Garchid
dc.subject.keywordE-Garchid
dc.subject.keywordObligasi Pemerintah Indonesiaid
dc.subject.keywordVolatilitas Asimetrikid
dc.subject.keywordUji Stationeritasid
dc.subject.keywordModel Armaid
dc.subject.keywordUji Asumsi Klasikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record