| dc.description.abstract | Teladan Prima Group (TPG) sebagai salah satu perusahaan perkebunan
kelapa sawit swasta nasional di indonesia memiliki visi menjadi perusahaan industri
perkebunan kelapa sawit yang memberikan hasil terbaik dan menjadi kebanggaan,
serta misi membangun industri kelapa sawit yang memberikan kualitas terbaik dan
nilai tinggi berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan. Untuk mewujudkan
visi dan misinya, TPG memiliki 14 sasaran strategis yang dikelola melalui sistem
manajemen kinerja dengan pendekatan konsep Balanced Scorecard (BSC) yang
terdiri dari 4 perspektif yaitu kinerja keuangan, pelanggan, proses bisnis internal,
dan pembelajaran dan pertumbuhan.
Upaya peningkatan produktivitas sumberdaya yang tinggi dan dikelola
secara efektif dengan biaya efisien dapat diraih, merupakan tujuan akhir dari sistem
manajemen kinerja yang dilaksanakan perusahaan secara periodik. Oleh karena itu,
diperlukan suatu proses formal manajemen strategik melalui analisis terhadap sasaran
strategis perusahaan dan mengevaluasi tingkat efektivitas implementasi sistem
manajemen kinerja di TPG.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sasaran strategis perusahaan
dengan menggunakan teknik analisis perbandingan berpasangan terhadap 14
sasaran strategis di dalam empat perspektif BSC TPG melalui proses jejaring analitik/
Analytic Network Process (ANP) Saaty (1999) dengan 7 responden ahli
pengambil keputusan (decision maker) level eksekutif/top manajemen TPG.
Selanjutnya, untuk mengetahui tingkat efektivitas implementasi sistem manajemen
kinerja dalam konsep BSC di TPG. Survei internal dilaksanakan terhadap
147 responden staf dan manajemen melalui pendekatan prinsip-prinsip Strategy Focused
Organization (SFO) Kaplan dan Norton (2004).
Dari hasil pengolahan data analisis sasaran strategis TPG dengan metode
ANP menunjukkan nilai: perspektif kinerja keuangan memiliki bobot terbesar
42,21%, kinerja proses bisnis internal 27,45%, kinerja pelanggan 16,29%, dan
kinerja pertumbuhan dan pembelajaran SDM 14,04%. Hal ini bisa menjadi pedoman
dan bahan pertimbangan manajemen dalam hal prioritas dan pembobotan
sasaran strategis perusahaan ke depan.
Selanjutnya, hasil analisis efektivitas implementasi BSC di TPG melalui
pendekatan prinsip-prinsip SFO menghasilkan nilai sebesar 76,92%, atau berada
pada level nilai penerapan “kategori baik”. Namun, terdapat rekomendasi area perbaikan
pada proses menurunkan dan menyelaraskan strategi serta peningkatan
kualitas indikator kinerja hingga level operasional yang paling rendah. Selain itu,
peningkatan kapabilitas peran dan fungsi unit Strategy Management Office (SMO)
yang bersinergi dengan lintas fungsi manajemen akan menjadi salah satu success
factor keberhasilan sistem manajemen kinerja di TPG. | |