Show simple item record

dc.contributor.advisorOktaviani, Rina
dc.contributor.advisorSanim, Bunasor
dc.contributor.authorRurkinantia, Aisa
dc.date.accessioned2025-08-07T09:58:03Z
dc.date.available2025-08-07T09:58:03Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167651
dc.description.abstractProvinsi DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat merupakan pangsa pasar terbesar untuk konsumsi daging di Indonesia. Permasalahan pemenuhan kebutuhan daging sapi, tidak hanya menjadi permasalahan dari ketiga Provinsi tersebut, akan tetapi menjadi masalah nasional. Pemenuhan kebutuhan sapi di Indonesia berasal dari daging sapi lokal dan impor. Kebutuhan daging sapi di Indonesia yang dapat dipenuhi secara lokal baru mencapai 61% pada tahun 2015, oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan daging sapi tersebut dilakukan melalui impor sapi. Impor sapi bakalan mencapai 19.19% dan impor daging sebesar 19.81%. Melihat permasalahan tentang regulasi sapi ini, mengakibatkan usaha pemotongan sapi haruslah dinamis dalam menghadapi segala bentuk regulasi yang ada dengan menimbang kebutuhan masyarakat di pasar. Apabila impor sapi bakalan sangat ditekan jumlahnya serta pertumbuhan produksi sapi potong dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan konsumsi dan untuk memenuhui kebutuhan konsumsi dilakukan impor daging beku, maka usaha pemotongan sapi di Indonesia akan perlahan-lahan mati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan usaha pemotongan sapi di PD. Kampung 99 Pepohonan, menentukan strategi alternatif untuk pengembangan usaha pemotongan sapi di PD. Kampung 99 Pepohonan, menentukan strategi prioritas untuk mengembangkan usaha pemotongan sapi di PD. Kampung 99 Pepohonan. Tahapan yang dilakukan untuk mengetahui tujuan penelitian di atas adalah dengan Tahapan Kerangka Analitis untuk Perumusan Strategi Komprehensif yaitu tahap Input dilakukan dengan menggunakan Matriks IFE dan EFE, selanjutnya tahap pencocokan dengan SWOT dan tahap keputusan menggunakan QSPM. Berdasarkan analisis matriks SWOT telah diperoleh delapan alternatif strategi yaitu ; (1) ketersediaan pakan yang optimal untuk meningkatkan kualitas potongan daging sapi, (2) Pelatihan tenaga potong ahli untuk sertifikasi halal, (3) revitalisasi RPH sebagai tempat meat processing dengan mengadakan cold storage untuk memenuhi permintaan pasar yang terspesifikasi, (4) regulasi harga yang stabil sebagai daya tawar ke pedagang agar pembayaran yang dilakukan lancar, (5) memenuhi permintaan pasar dan menghasilkan kualitas daging yang bagus dengan masa recovery yang cukup sebelum sapi dipotong, (6) memperbanyak saluran distribusi antar RPH dan feedlot, (7) meningkatkan kontrol kesehatan sapi potong, (8) mengajukan penurunan bunga modal kerja dari bank. Analisis QSPM menghasilkan strategi prioritas utama yang dapat diimplementasikan dalam pengembangan usaha pemotongan sapi di PD. Kampung 99 Pepohonan yaitu dengan menyediakan pakan yang optimal untuk meningkatkan kualitas potongan daging sapi.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Usaha Pemotongan Sapi Di Pd.Kampung 99 Di Kalisuren Bogorid
dc.subject.keywordIfeid
dc.subject.keywordEfeid
dc.subject.keywordPd.Kampung 99 Pepohonanid
dc.subject.keywordPemotongan Sapiid
dc.subject.keywordStrategiid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordQspmid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record