Show simple item record

dc.contributor.advisorBaga, Lukman M.
dc.contributor.advisorSaptono, Imam Teguh
dc.contributor.authorAji, Maulana Seno
dc.date.accessioned2025-08-07T09:57:55Z
dc.date.available2025-08-07T09:57:55Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167649
dc.description.abstractPersaingan perbankan yang semakin kompetitif membuat bank menargetkan segmen yang memiliki pangsa pasar yang besar, berdasarkan jumlah nasabah dan jumlah dana yang dikelola. Segmen UMKM (mikro) merupakan salah satu segmen yang dapat bertahan dalam gelombang krisis yang pernah terjadi di Indonesia. Pengalaman Bank X dalam menyalurkan kredit segmen UMKM (mikro) yang tidak baik dimasa lalu, menjadi dasar perbaikan yang dilakukan dimasa depannya. Perencanaan strategik yang tepat dengan membandingkan bisnis model yang telah berjalan selama ini akan dapat memberikan masukkan kepada manajemen sehingga kedepannya dapat tumbuh dan bertahan. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis kompetensi inti lembaga saat ini dan kompetensi apa yang sebaiknya dikembangkan oleh Bank X di masa yang akan datang dalam upaya mengembangkan bisnis mikro berdasarkan perspektif VRIO, 2) Mengidentifikasi dan mengkaji faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi pengembangan bisnis mikro berdasarkan analisis PEST dan lingkungan eksternal makro berdasarkan analisis Five Forces’s Porter, 3) Merekomendasikan bisnis model kanvas yang telah disempurnakan untuk formulasi strategi Bank X dalam upaya pengembangan dan peningkatan bisnis mikro dengan membandingkan model bisnis kanvas yang terdahulu dengan model bisnis kanvas yang baru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, melalui pendekatan studi kasus diawali dengan Focus Group Discussion (FGD). Data yang dipergunkan adalah data primer dan data sekunder bersifat kuantitatif dan kualitatif. Data primer diperoleh dari interview mempergunakan kuesioner kepada karyawan Bank X serta network groups. Data sekunder didapat dari laporan keuangan Bank X, literatur. Sampling dilakukan secara sengaja (purpose sampling dengan judgement sampling). Responden terdiri dari 10 orang yang memiliki kemampuan dari tataran kepala bagian sampai dengan direksi. Analisis internal Bank X berdasarkan VRIO (Value, Rarity, Imitability, Organization) framework memperlihatkan bahwa Bank X memiliki beberapa keunggulan yang berkelanjutan (sustain competitive advantage) dan keunggulan yang berimbang dengan pesaingnya (competitive parity), faktor kekuatan yang dimiliki adalah product R & D, sinergi network groups, SDM yang cukup besar, IT yang terus dilakukan pengembangan, aset yang di miliki, tingkat kesehatan bank. Adapun kelemahan yang di miliki aalah modal investasi, reputasi, jumlah cabang dan net interest margin (NIM). Analisis lingkungan eksternal berdasarkan politik, ekonomi, sosial dan budaya serta teknologi, mengidentifikasi peluang dan ancaman terhadap Bank. Faktor peluang terdiri dari potensi UMKM (mikro) yang masih sangat besar, kebijakan regulator dalam sektor UMKM (mikro), segmen yang tahan krisis, pertumbuhan ekonomi, stabilitas politik dan keamanan dalam negeri, kebijakan fiskal kepada sektor UMKM (mikro), e-commerce yang meningkat, kebanggaan masyarakat mempergunakan produk lokal, merupakan peluang dalam pengembangan pembiayaan sektor UMKM. Adapun ancaman yang timbul adalah flutuatif nilai mata uang dan berlakunya masyarakat ekonomi asean (MEA). Intensitas persaingan industri segmen UMKM (mikro) dalam kategori tinggi. Posisi tertinggi ditempati oleh ancaman pendatang baru segmen UMKM, disusul oleh kekuatan tawar menawar nasabah perbankan terhadap segmen UMKM (mikro), persaingan antara perbankan di segmen UMKM (mikro), kekuatan tawar menawar pemasok, dan yang terakhir adalah tekanan produk pengganti. Total skor IFE (evaluasi faktor internal) sebesar 2.22 EFE (evaluasi faktor eksternal) sebesar 3.11, berarti Bank X merespon dengan baik perubahan yang terjadi, strategi yang sesuai dengan dan dapat diterapkan adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk. Bisnis model kanvas yang diperbaharui berdasarkan hasil analisis internal dan eksternal adalah penambahan customer segments pembiayaan kepada tenaga kerja indonesia menjadi salah satu segmen pembiayaan, value preposition ditambahkan dengan produk yang dapat disesuaikan kebutuhan nasabah. Perbaikan terhadap key partners, fokus kepada network groups, lembaga linkage, agen laku pandai, PPTKI, BPR, koperasi dan LKM. Bapak angkat tidak menjadi bagian key activities dalam perbaikan model kanvas yang terbaru, begitu juga didalam channel, hal ini diganti dengan lembaga linkage, network groups, ecommerce dan outlet laku pandai. Tujuan dan program 3 semester kedepan adalah 1) Mengembangkan produk inovatif dan mengembangkan infrastruktur penunjang, 2) Meningkatkan pengenalan reputasi dan monitoring kesehatan, 3) Meningkatkan skala bisnis.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleFormulasi Strategi Pengembangan Bisnis Model Mikro Bank Xid
dc.subject.keywordBisnis Model Kanvasid
dc.subject.keywordPerencanaan Strategikid
dc.subject.keywordUmkmid
dc.subject.keywordSmesid
dc.subject.keywordStrategic Planid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record