| dc.description.abstract | Sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) memiliki karakteristik berbiaya
tinggi, berteknologi tinggi dan berisiko tinggi, salah satunya risiko keselamatan
operasi. PT Pertamina EP merupakan perusahaan nasional yang bergerak di sektor
hulu migas dengan wilayah operasi tersebar di seluruh Indonesia. PT Pertamina
EP telah memiliki strategi pengelolaan keselamatan kerja dan dijabarkan dalam
program-program keselamatan kerja, namun kecelakaan kerja masih terus terjadi.
Berdasarkan hasil investigasi internal, 63% penyebab langsung dari insiden
disebabkan oleh perilaku tidak aman dan 37% disebabkan oleh kondisi tidak aman
sehingga diperkirakan budaya keselamatan kerja di PT Pertamina EP belum
maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian budaya
keselamatan kerja PT Pertamina EP saat ini, menganalisis faktor perilaku yang
mempengaruhi budaya keselamatan kerja dan merumuskan kembali strategi untuk
meningkatkan kinerja keselamatan kerja sehingga dapat meminimalkan terjadinya
kecelakaan kerja
Penelitian ini dilaksanakan di Field Rantau, salah satu Field PT Pertamina
EP, pada bulan Agustus hingga bulan Desember 2016 menggunakan pendekatan
metode deskriptif dan studi kasus. Survei dilakukan terhadap 73 orang pekerja
dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Analisis
gap dilakukan untuk mengetahui level budaya keselamatan kerja saat ini dan
mengetahui elemen dari budaya keselamatan kerja yang butuh perbaikan. Analisis
SEM (Structural Equation Modelling) dilakukan untuk mengetahui hubungan
antara faktor perilaku dan budaya keselamatan kerja. Kemudian hasil dari kedua
analisis dikombinasi untuk merumuskan strategi pengelolaan keselamatan kerja
sehingga diharapkan kinerja keselamatan kerja semakin membaik.
Hasil gap analisis menunjukkan budaya keselamatan kerja di PT Pertamina
EP belum memenuhi harapan. Sedangkan dari hasil analisis SEM menunjukkan
faktor perilaku berpengaruh terhadap budaya keselamatan kerja. Kombinasi dari
kedua analisis yang dilakukan menunjukkan strategi yang harus dilakukan oleh
PT Pertamina EP dalam meningkatkan budaya keselamatan kerja antara lain:
penguatan komitmen manajemen dalam aspek keselamatan kerja, memastikan
proses investigasi dilakukan secara objektif, mempertahankan program
penghargaan dan konsekuensi, memasukkan aspek keselamatan kerja dalam
uraian tugas dan tanggung jawab jabatan dan penilaian kinerja individu,
penguatan kompetensi keselamatan kerja, komunikasi aspek keselamatan kerja
yang lebih intensif, analisa beban kerja dan kecukupan jumlah personil dan
penerapan SWA (stop work authority) | |