| dc.description.abstract | Perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan telah memicu
tumbuhnya perhatian dalam pengelolaan aset tidak berwujud. Salah satu aset tidak
berwujud yang menjadi fokus perhatian adalah intellectual capital. Hal menarik
dari intellectual capital adalah kegunaannya sebagai instrumen untuk menentukan
nilai perusahaan. Manajemen dan sistem pelaporan perusahaan selama ini telah
kehilangan relevansinya karena tidak mampu menyajikan informasi yang esensial
untuk mengelola proses yang berbasis pengetahuan. Sistem pelaporan tidak
menyajikan informasi tentang identifikasi dan pengukuran aset tidak berwujud
dalam suatu perusahaan. Jenis-jenis aset tidak berwujud seperti kompetensi
karyawan, hubungan dengan pelanggan, model simulasi, sistem administrasi dan
komputer serta kepemilikan merk dan paten masih jarang dilaporkan dalam
laporan keuangan. Intellectual capital menjadi perhatian setelah Organisation for
Economic Cooperation and Development (OECD) mengadakan simposium
internasional yang memfasilitasi peneliti untuk mempresentasikan hasil kajian
tentang pengukuran dan pelaporan aset tidak berwujud. Pada forum OECD
tersebut akhirnya disepakati bahwa intellectual capital adalah aset yang sangat
penting bagi perusahaan untuk memenangkan persaingan.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi intellectual capital
perusahaan yang ada di sektor keuangan dan menganalisis pengaruh intellectual
capital pada kinerja keuangan perusahaan tersebut. Metode yang digunakan
adalah Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). VAIC merupakan prosedur
analisis yang didesain untuk memungkinkan manajemen, pemegang saham, dan
stakeholder untuk memonitor dan mengevaluasi efisiensi dari nilai tambah yang
dihasilkan oleh penggunaan sumber daya perusahaan.
Nilai intellectual capital perusahaan ditunjukkan dari Business Performance
Indicator. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perusahaan sektor keuangan,
terutama sub sektor perbankan, sub sektor lembaga pembiayaan, dan sub sektor
perusahaan efek memiliki nilai intellectual capital yang baik. Hal tersebut
ditunjukkan dari banyaknya perusahaan yang berada pada kategori top
performers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi IC terhadap kinerja
keuangan perusahaan berbeda-beda tergantung jenis industri perusahaan tersebut.
Intellectual capital mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan perbankan,
lembaga pembiayaan, dan perusahaan efek, namun tidak mempengaruhi kinerja
keuangan perusahaan asuransi | |