Show simple item record

dc.contributor.advisorWijayanto, Hari
dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.authorLusda, I.K. Marla
dc.date.accessioned2025-08-07T09:57:46Z
dc.date.available2025-08-07T09:57:46Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167646
dc.description.abstractPerkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan telah memicu tumbuhnya perhatian dalam pengelolaan aset tidak berwujud. Salah satu aset tidak berwujud yang menjadi fokus perhatian adalah intellectual capital. Hal menarik dari intellectual capital adalah kegunaannya sebagai instrumen untuk menentukan nilai perusahaan. Manajemen dan sistem pelaporan perusahaan selama ini telah kehilangan relevansinya karena tidak mampu menyajikan informasi yang esensial untuk mengelola proses yang berbasis pengetahuan. Sistem pelaporan tidak menyajikan informasi tentang identifikasi dan pengukuran aset tidak berwujud dalam suatu perusahaan. Jenis-jenis aset tidak berwujud seperti kompetensi karyawan, hubungan dengan pelanggan, model simulasi, sistem administrasi dan komputer serta kepemilikan merk dan paten masih jarang dilaporkan dalam laporan keuangan. Intellectual capital menjadi perhatian setelah Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) mengadakan simposium internasional yang memfasilitasi peneliti untuk mempresentasikan hasil kajian tentang pengukuran dan pelaporan aset tidak berwujud. Pada forum OECD tersebut akhirnya disepakati bahwa intellectual capital adalah aset yang sangat penting bagi perusahaan untuk memenangkan persaingan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi intellectual capital perusahaan yang ada di sektor keuangan dan menganalisis pengaruh intellectual capital pada kinerja keuangan perusahaan tersebut. Metode yang digunakan adalah Value Added Intellectual Coefficient (VAIC). VAIC merupakan prosedur analisis yang didesain untuk memungkinkan manajemen, pemegang saham, dan stakeholder untuk memonitor dan mengevaluasi efisiensi dari nilai tambah yang dihasilkan oleh penggunaan sumber daya perusahaan. Nilai intellectual capital perusahaan ditunjukkan dari Business Performance Indicator. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas perusahaan sektor keuangan, terutama sub sektor perbankan, sub sektor lembaga pembiayaan, dan sub sektor perusahaan efek memiliki nilai intellectual capital yang baik. Hal tersebut ditunjukkan dari banyaknya perusahaan yang berada pada kategori top performers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi IC terhadap kinerja keuangan perusahaan berbeda-beda tergantung jenis industri perusahaan tersebut. Intellectual capital mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan perbankan, lembaga pembiayaan, dan perusahaan efek, namun tidak mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan asuransi
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Sektor Keuangan Yang Terdaftar Di Bei Tahun 2010-2014id
dc.subject.keywordIntellectual Capitalid
dc.subject.keywordKinerja Keuanganid
dc.subject.keywordValue Added Intellectualid
dc.subject.keywordCoefficient (Vaic)id
dc.subject.keywordUji Chowid
dc.subject.keywordRoaid
dc.subject.keywordUji Haussman Roaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record