| dc.description.abstract | Transportasi merupakan komponen penting dalam supply chain dan
berkontribusi tidak kurang dari 60% dari total biaya logistik. PT Pertamina
Persero adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berkewajiban menjamin
ketahanan dan ketersediaan produk premium nasional dan tetap dapat bersaing
untuk memperoleh profit maka diperlukan efisiensi pada pendistribusian produk
salah satunya dengan melakukan optimasi pola suplai. Optimasi ini memanfaatkan
sarana dan fasilitas di Terminal BBM (selanjutnya:TBBM) yang belum terutilisasi
optimal sehingga diharapkan diperoleh pola suplai premium impor ke TBBM west
cluster yang optimal dengan minimasi biaya transportasi. Tujuan dari penelitian
ini yaitu (1) mendeskripsikan pola suplai dan biaya transportasi premium impor
ke TBBM di west cluster saat ini (2) merancang, menganalisis pola suplai hasil
optimasi dan menghitung biaya transportasi premium impor ke TBBM di west
cluster dengan tujuan meminimumkan biaya transportasi (3) menganalisis biaya
transportasi pola suplai saat ini dengan hasil optimasi, sehingga dapat diketahui
tingkat efisiensi yang akan diperoleh dengan menerapkan pola suplai baru.
Metode analisis yang digunakan untuk optimasi yaitu Integer Linear
Programming dengan software POM for Windows dan analisis branch and bound
untuk memperoleh pola suplai dengan biaya minimum. Rancangan pola suplai
telah mempertimbangkan kebutuhan premium dan kemampuan sarana dan
fasilitas antara lain: kapasitas tangki timbun premium di masing-masing TBBM,
dan kemampuan fisik pelabuhan (port information). Penelitian ini menggunakan
data sekunder yaitu bersumber dari dokumen pencatatan dan laporan perusahaan
pada tahun 2015 baik bersumber dari data digital (web basis) maupun berbentuk
hardcopy.
Penelitian ini memberikan beberapa alternatif pola suplai dengan
perhitungan biaya transportasi dari masing-masing pola suplai. Alternatif I yaitu
menggunakan TBBM Merak sebagai lokasi transshipment dan pusat distribusi
premium ke seluruh TBBM di west cluster dengan besar biaya transportasi yaitu
US$4,671,614 /bulan; alternatif II yaitu menggunakan TBBM Merak sebagai
lokasi transshipment untuk distribusi premium ke TBBM di west cluster kecuali
suplai ke TBBM Medan dan TBBM Tanjung Uban dilakukan direct supply dari
terminal muat dengan biaya US$3,782,151/ bulan; alternatif III menggunakan
TBBM Merak sebagai lokasi transshipment ke TBBM di west cluster kecuali ke
TBBM Medan, TBBM Tanjung Uban dan TBBM Tanjung Gerem dilakukan
direct supply dengan biaya US$4,171,063/ bulan. Pola suplai yang terpilih yaitu
alternatif II dengan biaya transportasi 21% lebih rendah dibandingkan dengan
pola suplai saat ini yaitu US$4,845,275/ bulan. Pola suplai ini dapat meningkatkan
utilisasi jetty TBBM Merak menjadi 66,4% dari sebelumnya 35% dan tangki
menjadi 88% dari sebelumnya 37%. | |