| dc.description.abstract | Seiring dengan situasi persaingan yang semakin meningkat untuk merekrut
dan mempertahankan karyawan bertalenta, yang dikenal sebagai talent war,
komitmen organisasional (organizational commitment) menjadi satu topik yang
banyak dibahas dalam bidang perilaku organisasi. Selain komitmen organisasional,
salah satu fokus lain dalam pembahasan mengenai komitmen di tempat kerja
adalah komitmen profesional (professional commitment).
Salah satu profesi yang berkembang dalam model organisasi modern adalah
auditor internal. Organisasi maupun masyarakat profesi berkepentingan untuk
mempertahankan para auditor internal untuk tetap berdedikasi dalam organisasi
dan profesi mereka. Pimpinan organisasi, pimpinan fungsi audit internal maupun
organisasi profesi perlu memahami faktor-faktor yang mendukung komitmen
auditor internal terhadap organisasi dan profesi mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
mempengaruhi komitmen organisasional dan komitmen profesional auditor
internal dan hubungan antara keduanya serta merumuskan langkah-langkah yang
perlu dilakukan guna meningkatkan komitmen auditor internal terhadap organisasi
dan profesi mereka. Data primer diperoleh melalui kuisioner yang disebarkan
kepada para auditor internal yang sedang menjalani pelatihan audit internal pada
Pusat Pengembangan Internal Audit-Yayasan Pendikan Internal Audit (PPIAYPIA) Jakarta. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Structural Equation
Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Square (PLS).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa melalui faktor kepuasan kerja,
faktor dukungan organisasi untuk kegiatan audit internal berpengaruh secara
positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional dan komitmen
profesional auditor internal. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa komitmen
profesional berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap komitmen
organisasional auditor internal. Berdasarkan nilai Q2 dari Stone-Geisser, model
struktural yang disusun terbukti memiliki relevansi prediksi. Berdasarkan nilai
rata-rata communality dan rata-rata R2, keseluruhan model memenuhi kriteria
goodness-of-fit.
Implikasi hasil penelitian ini adalah organisasi sebaiknya memberikan
dukungan untuk kegiatan audit internal yang ditunjukkan dengan mewujudkan
tata kelola organisasi yang baik, manajemen risiko dan pengendalian internal yang
efektif serta penggunaan atas kesimpulan hasil audit. Terwujudnya hal-hal di atas,
di samping membantu organisasi mencapai tujuannya, diharapkan juga dapat
meningkatkan komitmen para auditor internal terhadap profesi dan organisasinya.
Organisasi pemberi kerja dan organisasi profesi auditor internal juga dapat
bersinergi dalam meningkatkan komitmen profesional para auditor internal karena
hal ini akan membawa manfaat bagi kedua pihak | |