| dc.description.abstract | Sektor keuangan merupakan sektor dengan kapitalisasi pasar terbesar di
Bursa Efek Indonesia sampai dengan tahun 2015, dimana 92% kapitalisasi pasar
di sektor keuangan diisi oleh kapitalisasi perbankan. Terdapat 42 bank yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia sampai dengan tahun 2015, dimana empat bank
diantaranya merupakan bank BUMN. Pertumbuhan kapitalisasi pasar bank
BUMN dalam beberapa tahun terakhir lebih besar dibandingkan dengan
kapitalisasi pasar bank non-BUMN. Perkembangan dan perbaikan kinerja bank
BUMN yang cepat pasca krisis ekonomi global pada tahun 2008 membuat
investor sangat berminat untuk berinvestasi pada saham bank BUMN. Beberapa
tahun terakhir terdapat isu holding bank BUMN yang bertujuan untuk
memperkuat modal, menekan biaya dan memperkuat basis pasar domestik
sehingga mampu memberikan pendanaan bagi proyek-proyek pemerintah dan
swasta. Rencana holding bank BUMN tersebut membutuhkan pertumbuhan
kinerja yang lebih cepat sehingga diperlukan penelitian yang lebih mendalam
mengenai kinerja keuangan maupun return saham bank BUMN. Tujuan penelitian
ini adalah, (1) menganalisis perkembangan variabel makroekonomi, kinerja
keuangan dan return saham bank BUMN di Bursa Efek Indonesia, (2)
menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap return saham bank
BUMN, (3) menganalisis pengaruh variabel makroekonomi terhadap kinerja
keuangan bank BUMN, (4) menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap
return saham bank BUMN, (5) menganalisis pengaruh variabel makroekonomi
terhadap return saham melalui kinerja keuangan bank BUMN.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder
berupa data triwulan dari tahun 2006 sampai dengan 2016. Variabel yang
digunakan dalam penelitian ini dibatasi pada variabel makroekonomi yaitu tingkat
suku bunga BI (SB), nilai tukar (NT) dan pertumbuhan ekonomi (GDP Growth);
rasio keuangan bank untuk menilai kinerja keuangan yaitu Capital Adequacy
Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Biaya operasional terhadap
Pendapatan Operasional (BOPO) dan Loan to Deposit Ratio (LDR); serta return
saham. Objek penelitian ini adalah empat bank BUMN yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2016. Analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif statistik dan analisis jalur
(path analysis) yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh makroekonomi secara
langsung dan tidak langsung terhadap return saham.
Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa, pertama, perkembangan
makroekonomi, kinerja keuangan dan return saham bank BUMN selama periode
penelitian cukup berfluktuasi dan menunjukkan nilai yang baik. Kesimpulan
kedua, secara langsung tingkat suku bunga BI berpengaruh terhadap return saham
Mandiri dan BNI, nilai tukar berpengaruh terhadap terhadap return saham BTN
dan GDP growth berpengaruh terhadap return saham BRI. Kesimpulan ketiga,
secara langsung tingkat suku bunga BI berpengaruh terhadap CAR seluruh bank BUMN kecuali BNI, NPL seluruh bank BUMN, BOPO seluruh bank BUMN dan
LDR seluruh bank BUMN. Nilai tukar berpengaruh terhadap CAR seluruh bank
BUMN kecuali bank Mandiri, NPL seluruh bank BUMN, BOPO bank BTN dan
LDR seluruh bank BUMN kecuali BRI. GDP growth berpengaruh terhadap CAR
bank BUMN gabungan dan Mandiri, NPL BTN, BOPO BTN dan LDR BTN.
Kesimpulan keempat, secara langsung CAR berpengaruh terhadap return saham
(bank BUMN gabungan dan BNI); NPL berpengaruh terhadap return saham
(bank BUMN gabungan, Mandiri dan BNI); BOPO berpengaruh terhadap return
saham (bank BUMN gabungan dan BNI); LDR berpengaruh terhadap return
saham BTN. Kesimpulan kelima, secara tidak langsung melalui kinerja keuangan
tingkat suku bunga BI berpengaruh terhadap return saham Mandiri dan BNI, nilai
tukar berpengaruh terhadap return saham bank BUMN gabungan, Mandiri dan
BNI, GDP growth tidak berpengaruh terhadap return saham seluruh bank BUMN. | |