| dc.description.abstract | Kelas menengah Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi
beberapa tahun terakhir, namun kurang dari sepuluh persen kelas menengah
menempatkan dananya dalam investasi. Kelas menengah Indonesia berpotensi
untuk ikut berinvestasi di pasar modal sehingga industri investasi pasar modal
tidak harus bergantung pada investor asing, Saat ini rekening efek baru sekitar
lima ratus ribu investor sedangkan berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan
terdapat lebih tiga setengah juta rekening tabungan yang memiliki simpanan di
atas seratus juta rupiah dengan dua juta diantaranya memiliki simpanan di atas
lima miliar rupiah. Jumlah ini lebih dari cukup untuk berinvestasi di pasar modal
Indonesia.
Salah satu cara meningkatkan peran kelas menengah Indonesia adalah
dengan dibentuknya pasar modal syariah karena masyarakat Indonesia mayoritas
beragama Islam. Menurut pendapat ahli, saham syariah lebih rendah risiko
terhadap krisis dibandingkan saham non syariah disebabkan regulasi pembatasan
komposisi hutang berbasis bunga pada emiten perusahaan syariah selain itu saham
syariah sangat diminati oleh investor asing timur tengah. Saat ini, jumlah saham
syariah telah mencapai 336 emiten dengan nilai kapitalisasi mencapai 56.4% dari
kapitalisasi total saham di pasar modal.
Pada penelitian ini akan dibentuk simulasi investasi di pasar modal
menggunakan metode diversifikasi portofolio saham syariah dengan memprediksi
saham-saham yang memiliki return positif. Saham-saham yang dipilih adalah
saham-saham syariah yang dapat diinvestasikan dalam jangka panjang. Model
yang dapat mengakomodasi forecasting return saham beserta kesalahan
estimasinya adalah model Black-Litterman. Secara spesifik, penelitian ini
bertujuan untuk: 1) menganalisis kinerja saham invidual pada sampel periode
tahun 2013-2016 2) membentuk kombinasi portofolio optimal saham syariah
menggunakan metode Black Littterman dengan ARIMA-ARCH di kondisi pasar
bullish dan bearish. 3) membandingkan kinerja portofolio saham syariah
terbentuk dengan beberapa indeks tolak ukur.
Hasil penelitian menunjukkan peramalan pada return saham model
ARIMA dan ARCH dapat digunakan sebagai input view model Black-Litterman
dan dapat menentukan tingkat kepercayaan forecasting saham berdasarkan nilai
Mean Absolute Deviation Penggunaan Model ARIMA-GARCH pada portofolio
Black-Litterman selama empat minggu pada kondisi bullish dan empat minggu
pada kondisi bearish secara umum mampu memberikan kinerja di atas model
portofolio Mean Variance dan Black-Litterman tanpa view investor serta indeks
tolak ukur seperti IHSG, JII, dan LQ45 | |