Show simple item record

dc.contributor.advisorFirdaus, Muhammad
dc.contributor.advisorSahara
dc.contributor.authorAuguar
dc.date.accessioned2025-08-07T09:56:37Z
dc.date.available2025-08-07T09:56:37Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167624
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan investasi rencana pembangunan jaringan gas kota (city gas) dari aspek pembelanjaan perusahaan, faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi performa bisnis dan merumuskan alternatif strategi untuk pengembangan bisnis beserta urutan prioritasnya. Hasil analisis capital budgeting menunjukkan bahwa proyek ini layak untuk dijalankan karena memiliki nilai nett present value (NPV) positif sebesar Rp. 19.427 Milyar pada tingkat diskonto yang ditentukan dan nilai ini lebih besar dari present value atas arus kas keluar. Sementara itu, internal rate of return (IRR) proyek ini 19.11%, lebih besar dari pada tingkat diskonto atau hurdle rate yang ditetapkan perusahaan yakni 15.26%. Payback period (PP) atau jangka waktu pengembalian atas investasi pada proyek ini adalah 4.19 tahun dan lebih kecil dari waktu ekonomis proyek 20 tahun. Di sisi lain, profitability index (PI) proyek ini adalah sebesar 1,19, sehingga proyek ini dikatakan layak dijalankan karena PI lebih besar dari 1. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa NPV sangat sensitif terhadap perubahan harga jual gas di mana proyek akan mencapai titik impas apabila harga jual gas turun hingga 7.5%. Sementara itu, keekonomian proyek masih bisa mentolerir kenaikan harga beli gas sebesar 18%, penurunan volume penjualan hingga 13.5% dan kenaikan biaya investasi hingga 25%. Analisis faktor eksternal mendapatkan skor 3.261 di mana angka ini masih di atas nilai rata-rata yaitu 2.5. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan melakukan program kerja yang benar dengan mengambil keuntungan dari peluang-peluang yang ada untuk mengatasi ancaman-ancaman bagi perusahaan. Analisisfr faktor internal mendapatkan skor 2.541 dimana angka ini masih di atas nilai rata-rata industri yaitu 2.5. Hal ini mengindikasikan bahwa masih ada ruang untuk melakukan perbaikan-perbaikan dari sisi operasi, strategi, kebijakan dan prosedur. Analisis matriks QSPM menunjukkan bahwa strategi “penetrasi pasar secara agresif dengan memperluas area gas kota di wilayah yang potensial dengan aktivitas komersial yang tinggi” memiliki nilai TAS tertinggi yaitu 10.943. Strategi pertama ini sangat penting untuk memperbesar pangsa pasar yang tentu saja didukung dengan kemampuan finansial perusahaan dan dukungan regulasi dari pemerintah. Strategi kedua dan ketiga juga sangat penting untuk dijalankan yaitu “melakukan kontrak jangka panjang dengan pelaku usaha hulu gas untuk menjamin keberlangsungan suplai” dan “mengutamakan pengembangan area yang dekat dengan pipa distribusi dan transmisi”.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleKelayakan Proyek Pembangunan Jaringan Gas Kota (Kasus: Jaringan Pipa Beji - Blok M)id
dc.subject.keywordJakartaid
dc.subject.keywordAnalisis Kelayakan Investasiid
dc.subject.keywordQspmid
dc.subject.keywordAnalisis Strategiid
dc.subject.keywordKonsep Capital Budgetingid
dc.subject.keywordAnalisis Efeid
dc.subject.keywordIfeid
dc.subject.keywordSwotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record