| dc.description.abstract | Saham perbankan merupakan saham yang cukup menarik bagi investor,
terlihat dari tingkat kapitalisasi pasar besar serta prospek pasar perbankan di masa
depan. Prospek yang baik ini tercermin dari kebutuhan masyarakat untuk
membantu meningkatkan taraf hidup, dan perbankan merupakan lembaga
keuangan formal yang dapat membantu masyarakat luas dan membantu negara
untuk meningkatkan perekonomianya. Prospek yang baik ini mengindikasikan
kenaikan profit pada lembaga perbankan, sehingga dapa menyebabkan kenaikan
return saham perbankan. Investor yang tertarik berinvestasi saham perbankan
tidak hanya harus mengetahui tingkat return yang dihasilkan, tetapi juga harus
mengetahui risiko apa saja yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi return dan risiko
volatilitas saham-saham dalam subsektor perbankan.
Berdasarkan plot data, rata-rata return saham perbankan meningkat selama
tiga atau empat periode, setelah itu mengalami penurunan dalam rentang waktu
yang sama atau lebih pendek. Semakin kecil kapitalisasi pasar emiten, semakin
tinggi return yang dihasilkan, baik dalam bentuk positif maupun negatif. Hasil
permodelan menunjukkan bahwa hanya return IHSG dan return nilai tukar yang
menghasilkan pengaruh seragam (return IHSG berpengaruh positif dan return
nilai tukar berpengaruh negatif), sedangkan empat variabel lainnya yaitu return
BI-Rate, return IHK, serta dummy krisis Eropa dan dummy krisis subprime
mortgage menghasilkan pengaruh yang beragam. Masing-masing variabel akan
menghasilkan pengaruh yang berbeda pada setiap sampel.
Setelah menguji beberapa model, model ARCH dan variasinya terpilih
sebagai metode terbaik yang digunakan untuk memodelkan return dan risiko
volatilitas. Variabel satu periode sebelumnya, baik dalam bentuk pangkat error,
logaritma pangkat error, dan varians satu periode sebelumnya merupakan variabel
yang paling berpengaruh untuk menjelaskan volatilitas di masa sekarang.
Volatilitas dibagi menjadi dua, yaitu volatilitas simetris dan asimetris. Volatilitas
asimetris merupakan efek guncangan yang berbeda saat terdapat kabar buruk dan
kabar baik. Emiten BBNI, BDMN, BMRI, BNLI, BVIC, BBKP dan BBTN
memiliki volatilitas simetris. Enam emiten lainnya memiliki volatilitas asimetris.
BBCA, BBRI, BNGA dan INPC memiliki leverage effect dimana kabar buruk
menghasilkan volatilitas yang lebih besar dibandingkan kabar baik (leverage
effect), sedangkan BABP dan PNBN memiliki efek kebalikan dari leverage effect. | |