Show simple item record

dc.contributor.advisorSinaga, Bonar M.
dc.contributor.advisorMaulana, Tb. Nur Ahmad
dc.contributor.authorAditya
dc.date.accessioned2025-08-07T09:55:58Z
dc.date.available2025-08-07T09:55:58Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167611
dc.description.abstractPasar modal memiliki peran penting sebagai sarana investasi yang berguna bagi pembangunan. Dalam berinvestasi di pasar modal, nilai harga saham menjadi pertimbangan yang sangat penting, sejalan dengan globalisasi ekonomi harga saham tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan fenomena yang terjadi di dalam negeri, namun dipengaruhi juga oleh oleh gejolak ekonomi dan peristiwa-peristiwa di luar negeri. Salah satu instrumen investasi yang populer di pasar modal adalah saham, dimana imbal saham direfleksikan oleh fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menjadi tolak ukur penting dalam menggambarkan kondisi pasar yang sedang terjadi dan saat ini indeks harga saham digunakan sebagai barometer keadaan ekonomi suatu negara. Pergerakan indeks harga saham gabungan dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Fluktuasi harga penutupan dapat disebabkan oleh faktor external seperti krisis global, guncangan indeks saham luar negeri, faktor makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, nilai tukar mata uang, harga emas dunia, dan faktor internal kinerja emiten bersangkutan seperti perubahan pendapatan, laba bersih dan perubahan nilai buku perusahaan. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis (1) pengaruh faktor eksternal luar negeri yaitu indeks saham DJIA (Amerika Serikat), Nikkei 225 (Jepang), DAX (Jerman), harga emas dunia dan krisis ekonomi global terhadap IHSG, dan (2) pengaruh faktor eksternal dalam negeri yaitu BI rate, inflasi dan nilai tukar mata uang rupiah/USD terhadap IHSG. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari 2016 - Maret 2016. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dan persamaan regresi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder bulanan runtun waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor eksternal luar negeri yaitu indeks saham DJIA dan Nikkei 225 berpengaruh positif terhadap IHSG sedangkan krisis ekonomi memberikan pengaruh negatif terhadap IHSG, dan faktor eksternal dalam negeri yaitu BI rate dan nilai tukar mata uang rupiah/USD berpengaruh negatif terhadap IHSG.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Indeks Bursa Luar Negeri, Indikator Makroekonomi dan Krisis Ekonomi Global Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Indonesiaid
dc.subject.keywordAnalisis Regresi Bergandaid
dc.subject.keywordIndeks Bursa Luar Negeriid
dc.subject.keywordIndokator Makroekonomiid
dc.subject.keywordKrisis Ekonomi Globalid
dc.subject.keywordIhsgid
dc.subject.keywordKrisis Subprime Mortgageid
dc.subject.keywordKrisis European Soverign Debtid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record