| dc.description.abstract | Prospek perkembangan industri minyak kelapa sawit dunia saat ini sangat
pesat, dimana terjadi peningkatan jumlah produksi kelapa sawit seiring
meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dengan besarnya produksi yang mampu
dihasilkan, tentunya hal ini berdampak positif bagi perekonomian Indonesia, baik
dari segi kontribusinya terhadap pendapatan negara, maupun besarnya tenaga
kerja yang terserap di sektor ini. Perkebunan kelapa sawit dan pengolahan industri
di Indonesia berperan penting untuk perekonomian negara. Ekspor minyak sawit
merupakan penghasil devisa penting dan industri yang memberikan kesempatan
kerja bagi jutaan rakyat Indonesia. Potensi positif dari perkembangan industri
minyak kelapa sawit juga memiliki efek samping yang negatif dari produksi
minyak sawit. Selain dampaknya kepada kesehatan manusia karena mengandung
kadar lemak yang tinggi, bisnis minyak sawit menjadi salah satu penyebab dari
penggundulan hutan di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia. Melihat
tantangan dalam perkembangan industri minyak sawit di Indonesia dan prospek
ke depan yang dipengaruhi oleh faktor pertumbuhan ekonomi nasional dan
Internasional, isu lingkungan hidup, kepastian hukum dan lainnya, maka menjadi
sebuah kajian menarik bagi para perusahaan perkebunan terutama swasta dalam
menentukan arah strategi pengembangan usahanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Bumitama Gunajaya Agro
memiliki total skor matriks Internal Factor Evaluation (IFE) adalah 2,577 yang
mengindikasikan posisi internal perusahaan mampu memanfaatkan kekuatan yang
dimilikinya untuk mengurangi kelemahan dalam rangka menerapkan strategi
pengembangan perusahaan. Total skor matriks External Factor Evaluation (EFE)
PT Bumitama Gunajaya Agro adalah 2,369, hal ini menunjukan bahwa
perusahaan memanfaatkan peluang yang ada untuk mengurangi ancaman yang
kemugkinan timbul dalam rangka mengembangkan perusahan. Kekuatan
(strength) internal yang dimiliki oleh PT Bumitama Gunajaya Agro yang bersifat
strategik yaitu kemampuan mendapatkan margin penjualan yang optimal,
Persedian teknologi seperti merek, inovasi sistem operasional, struktur pelaporan
formal perusahaan, Sistem kontrol dan koordinasi yang baik, dan Reputasi dengan
para pelanggan. Sedangkan kelemahan (weakness) internal yang dimiliki PT
Bumitama Gunajaya Agro saat ini antara lain lokasi pabrik yang menguntungkan,
akses ke bahan mentah; dan kemampuan memotivasi dan membangun hubungan
kekeluargaan antar karyawan. Peluang (opportunities) yang dimiliki oleh PT
Bumitama Gunajaya Agro yaitu penerapan praktek operasional yang ramah
lingkungan menjadi nilai jual dalam bisnis kelapa sawit, adanya kebijakan
hedging untuk produk CPO, peluang untuk mengembangkan bisnis CPO di sektor
biodiesel , kesempatan untuk meningkatkan operasional melalui lembaga riset dan
kebijakan pemerintah mendukung pengembangan industri CPO melalui skema
BPDP. Sedangkan ancaman (threats) yang dihadapi PT Bumitama Gunajaya
Agro saat ini antara lain isu lingkungan terkait dengan kampanye hitam bisnis | |