| dc.description.abstract | Keputusan yang berkaitan dengan modal kerja melibatkan mengelola
hubungan antara aset dan kewajiban jangka pendek perusahaan untuk memastikan
perusahaan mampu untuk melanjutkan operasinya, dan memiliki arus kas yang
cukup untuk memenuhi kedua jatuh tempo utang jangka pendek dan biaya
operasional yang akan datang dengan biaya minimal, meningkatkan profitabilitas
perusahaan. Tujuan dari makalah ini adalah untuk meneliti hubungan antara
manajemen modal kerja dan profitabilitas perusahaan. Modal kerja dianggap
sebagai masalah yang penting dalam manajemen keuangan dan memiliki efek
pada likuiditas serta pada profitabilitas perusahaan. Selain itu, manajemen modal
kerja yang optimal memberikan kontribusi yang besar dalam pencapaian tujuan
perusahaan.
Dalam penelitian ini, penulis telah memilih sampel dari 6 perusahaan
perkebunan kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia pada periode 2009-2015.
Profitabilitas sebagai variabel dependen diukur dengan return on investment
(ROI). Cash conversion cycle (CCC), current ratio (CR), financial debt
ratio(FDR), dan fixed financial asset ratio (FFAR) merupakan variabel
independen. Model analisis yang digunakan adalah model regresi panel
menggunakan Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada
hubungan negatif antara variabel modal kerja dan profitabilitas perusahaan.
Profitabilitas akan bertambah saat waktu siklus konversi kas berkurang. Hal ini
dikarenakan perusahaan yang memiliki waktu siklus konversi kas yang pendek
mampu mengumpulkan kas yang diperlukan untuk operasional sehari-hari
perusahaan.
Current Ratio (CR) merupakan salah satu rasio likuiditas, yaitu rasio yang
bertujuan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi
kewajiban jangka pendeknya.Current ratio berpengaruh positif terhadap
profitabilitas perusahaan. Semakin tinggi CR suatu perusahaan berarti semakin
kecil resiko kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Kenaikan FDR akan menurunkan ROI sebesar dengan asumsi cateris paribus.Hal
tersebut karena semakin banyak penggunaan hutang maka akan menurunkan
profitabilitas. Dapat disimpulkan, kemungkinan besar perusahaan-perusahaan
perkebunan kelapa sawit dalam penelitian ini memiliki kewajiban atau hutang
yang cukup besar. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa fixed financial
assets berpengaruh positif terhadap profitabilitas. Peningkatan komponen aset
tetap dalam total aset perusahaan, maka akan meningkatkan profitabilitas. Fixed
assets yang dimaksudkan pada perusahaan perkebunan terdiri dari tanaman
perkebunan menghasilkan, tanaman perkebunan belum menghasilkan, aset tetap,
dan aset lain-lain.
Hasil analisis regresi panel pada model dalam penelitian menunjukan
variabel independen yang terdiri dari CCC, CR, FDR, dan FFAR secara simultan
berpengaruh signifikan terhadap ROI. Semakin efisien pengelolaan modal kerja, yang diukur dengan Cash Conversion Cycle (CCC) semakin tinggi kinerja perusahaan, baik yang diukur dengan kinerja akuntansi (ROI). | |