| dc.contributor.advisor | Suwarsinah, Heny K | |
| dc.contributor.advisor | Djohar, Setiadi | |
| dc.contributor.author | Purwantoro | |
| dc.date.accessioned | 2025-08-07T09:55:31Z | |
| dc.date.available | 2025-08-07T09:55:31Z | |
| dc.date.issued | 2016 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167602 | |
| dc.description.abstract | Indonesia mempunyai pertumbuhan industri kendaraan bermotor tertingi di
Asia Tenggara. Tingginya pertumbuhan industri kendaraan bermotor diikuti pula
oleh tumbuhnya industri komponen otomotif sebagai pendukungnya. Kebijakan
pemerintah untuk mendukung perkembangan industri otomotif juga mengundang
pelaku bisnis komponen otomotif dari negara asing untuk masuk ke Indonesia.
Masuknya produsen komponen otomotif asing di Indonesia menjadikan
persaingan bisnis menjadi semakin ketat. Dalam lingkungan bisnis dengan
industry actractiveness yang masih tinggi strategi dan capability sumberdaya
yang unggul merupakan faktor penting bagi perusahaan komponen otomotif
dalam negeri untuk memenangkan persaingan.
Penelitian ini mempunyai tiga tujuan utama yaitu: (1) menganalisis
keterkaitan antara kinerja perusahaan terhadap pemilihan strategi bersaing
perusahaan; (2) menganalisis keterkaitan antara konfigurasi sumberdaya
perusahaan, srategi dan kinerja perusahaan; dan (3) menganalisis pengaruh
keberadaan sumberdaya dan capability unggulan terhadap strategi dan kinerja
perusahaan.
Resources base view dipergunakan untuk menganalisis keterkaitan antara
strategi bersaing Porter, sumberdaya perusahaan dan kinerja. Perusahaan dibagi
kedalam kelompok strategi bersaing dan berdasarkan konfigurasi sumberdaya
perusahaan yaitu product based dan process based dan membandingkan kinerja
dari masing-masing kombinasi. Hubungan antara konfigurasi sumberdaya dan
strategi dianalisis untuk mengetahui pengaruh perbedaan konfigurasi sumberdaya
dan distinctive competence dalam satu grup strategi dan menganalisis
keterkaitannya dengan kinerja perusahaan.
Temuan utama dalam penelitian ini adalah bahwa perbedaan kinerja
diantara grup strategi dipengaruhi oleh perbedaan konfigurasi sumberdaya.
Perusahaan yang menyesuaikan strategi dengan dukungan sumberdaya terhadap
kondisi lingkungan binisnya memperlihatkan kinerja yang terbaik. Dalam satu
grup strategi, kinerja perusahaan tidak sama. Perbedaan kinerja dipengaruhi oleh
distinctive competence dalam sumberdaya yang dimiliki perusahaan. Lebih
banyak distinctive competence yang dimiliki perusahaan membuat perusahaan
mudah beradaptasi dan menghasilkan kinerja yang optimal.
Implikasi manajerial dari penelitian ini menyarankan agar perusahaan
mencari kesesuaian antara konfigurasi sumberdaya dengan strategi yang
menghasilkan kinerja optimal. Perusahaan tidak disarankan untuk meniru begitu
saja strategi dari perusahaan dengan kinerja terbaik tetapi perusahaan tersebut
menerapkan konfigurasi sumberdaya yang berbeda. Perusahaan harus memahami
terlebih dahulu ketersediaan sumberdaya dan mengkoordinasikan aktifitas seluruh
sumberdaya untuk membentuk capability dan mengadaptasi ke arah strategi acuan
dalam satu konfigurasi sumberdaya.
Perusahaan dengan kinerja dibawah rata-rata industri harus mencari
kesesuaian antara konfigurasi sumberdaya dengan strategi yang menghasilkan
kinerja optimal. Mengembangkan sumberdaya dan memiliki distinctive
competence dengan cara akuisisi melalui kerja sama partner menjadi pilihan untuk
meningkatkan capability organisasi. | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.subject.ddc | Manajemen Strategi | id |
| dc.title | Analisis Strategi Bersaing dan Pengukuran Kinerja Dengan Pendekatan Resource Base View Perusahaan Komponen Otomotif Indonesia | id |
| dc.subject.keyword | Competitive Advantage | id |
| dc.subject.keyword | Kinerja | id |
| dc.subject.keyword | Resources | id |
| dc.subject.keyword | Strategi | id |
| dc.subject.keyword | Resources Base View (Rbv) | id |