Show simple item record

dc.contributor.advisorRifin, Amzul
dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.authorSaktiyanto, A.M.Heri
dc.date.accessioned2025-08-07T09:54:55Z
dc.date.available2025-08-07T09:54:55Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167592
dc.description.abstractSeperti negara berkembang lainnya di dunia, masyarakat pedesaan di Indonesia yang berkeinginan mengembangkan usaha sering mengalami kesulitan dalam permodalan. Masalah ini dialami karena akses terhadap perbankan baik syariah maupun konvensional yang sulit, tidak adanya agunan yang dijaminkan serta pemahaman soal kredit perbankan yang rendah. Masyarakat Indonesia yang secara kuantitas didominasi oleh muslim dan tinggal di pedesaan membutuhkan kredit dengan skala kecil atau kredit mikro untuk modal kerja mereka. Dari jumlah penduduk muslim itu, 60 persen diantaranya diklaim sebagai bagian dari organisasi massa Nahdlatul Ulama (NU). Karena dianggap penting, maka pada 2012, NU membuka sebuah unit simpan pinjam (USP) yang dinamakan USP Nusa Makmur Syariah Microfinance. Lembaga ini dikelola secara independen dibawah sebuah induk koperasi di lingkungan NU yang memiliki koperasi primer paling signifikan yakni Induk Koperasi Syirkah Muawanah Nusantara (Inkopsimnus). USP Nusa Makmur diambil sebagai studi kasus penelitian karena lembaga ini telah berhasil memperoleh komitmen pinjaman kredit dari Raptor Capital Management (RCM),sebuah lembaga investasi yang berbasis di Singapura sebesar Rp 2,7 Trilyun atau 200 Juta US Dollar dalam jangka waktu 10 tahun sejak perjanjian kerjasama pada 2012. Dalam tiga tahun terakhir, unit ini sudah menyalurkan kredit ke 30 koperasi dan Baitul Mal wa Tamwil (BMT) dengan perolehan bagi hasil usaha sebesar Rp 3,2 Milyar atau 245 ribu US Dollar. Penelitian ini menganalisis strategi pengembangan bisnis dari USP Nusa Makmur. Analisa data menggunakan metode SWOT dan QSPM dengan sejumlah responden terpilih berupa para pelaku di USP Nusa Makmur dan responden eksternal diantaranya dari pemerintah dan contoh sukses dari koperasi simpan pinjam yang ada di Indonesia, Kospin JASA. Penelitian ini akan menguji model pengembangan bisnis apa yang cocok untuk unit simpan pinjam ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan unit tersebut sedang dalam posisi tumbuh dan berkembang atau berada pada sel ke IV dengan total skor IFE 3.0566 dan skor EFE sebesar 2.8746. Lima strategi alternatif dihasilkan dalam penelitian ini adalah : pertama, melakukan integrasi ke belakang dengan membangun jaringan yang lebih intensif dengan koperasi primer yang tergabung dalam Inkopsimnus. Kedua, Meningkatkan jumlah pemberian kredit kepada sejumlah koperasi/BMT mitra dengan cara menambah tenaga analis kredit untuk mempercepat pengambilan keputusan. Ketiga, Melakukan integrasi ke depan dengan mengembangkan pendekatan kepada sejumlah koperasi primer dan BMT yang memiliki kedekatan dengan NU. Keempat, Melakukan sosialisasi, perkenalan produk kredit mikro USP Nusa Makmur di daerah daerah basis NU melalui pendekatan kepada sejumlah pondok pesantren. Kelima, Pengembangan skema bagi hasil yang baru sehingga menarik untuk koperasi/BMT mitra untuk mendapatkan kredit dari USP Nusa Makmur. Rekomendasi strategis yang paling utama dihasilkan dari penelitian ini adalah dalam 10 tahun ke depan, USP Nusa Makmur perlu bermetamorfosis menjadi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) yang bisa berhubungan langsung dengan nasabah.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Bisnis Unit Simpan Pinjam (Usp) Nusa Makmur Induk Koperasi Syirkah Muwanah Nusantaraid
dc.subject.keywordKredit Mikroid
dc.subject.keywordNahdlatul Ulamaid
dc.subject.keywordPemberdayaan Jemaahid
dc.subject.keywordQspmid
dc.subject.keywordStrategi Bisnisid
dc.subject.keywordSwotid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record