Show simple item record

dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.advisorWijayanto, Hari
dc.contributor.authorZaraswati, Cut
dc.date.accessioned2025-08-07T09:54:44Z
dc.date.available2025-08-07T09:54:44Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167588
dc.description.abstractBadan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan adalah badan yang menyelenggarakan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan tujuan memberikan kepastian jaminan kesehatan yang menyeluruh bagi seluruh rakyat Indonesia untuk dapat hidup sehat. JKN merupakan program jaminan sosial yang menjamin biaya pemeliharaan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar kesehatan yang diselenggarakan secara nasional dan gotong-royong BPJS Kesehatan adalah suatu badan hukum publik. Program ini wajib diikuti oleh seluruh penduduk Indonesia dengan membayar iuran berkala atau iurannya dibayari oleh Pemerintah kepada badan penyelenggara jaminan sosial kesehatan nirlaba BPJS Kesehatan (Thabrani 2012). Sejak tahun 1970an sebelum BPJS Kesehatan beroperasi pihak swastapun telah memberi layanan jaminan perlindungan kesehatan melalui produk asuransi kesehatan oleh perusahaan asuransi multinasional yang memiliki kantor cabang atau unit usaha di Indonesia (Thabrani, 2014). Penyelenggaraan asuransi kesehatan oleh pihak perusahaan asuransi swasta di pasarkan oleh perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi kerugian. Asuransi kesehatan komersial adalah asuransi yang dijual oleh perusahaan atau badan asuransi lain, sifat kepesertaannya sukarela tergantung kesediaan orang atau perusahaan untuk membeli dan preminya ditetapkan dalam bentuk nominal sesuai manfaat asuransi yang ditawarkan. BPJS Kesehatan dan perusahaan asuransi komersial adalah perusahaan swasta dan pemerintah yang sama-sama memberi layanan perlindungan kesehatan ke masyarakat. Sebuah keniscayaan bila iklim kompetisi tumbuh ketika makin banyak perusahaan yang bersaing dipasar yang sama, menargetkan pelanggan yang sama dan menawarkan produk serupa. Dinamika kompetisi menuntut semua perusahaan dalam industri melakukan serangkaian tindakan strategis agar perusahaannya dapat bertahan, berkompetisi dan berkembang. Penelitian ini mempunyai tiga tujuan, pertama untuk menganalisis pendapatan premi asuransi kesehatan komersial dengan cara membandingkan pendapatan preminya sebelum dan sesudah beroperasinya BPJS Kesehatan. Analisis regresi dan analisis data digunakan untuk menjawab tujuan ini. Hasilnya secara keseluruhan pendapatan premi industri asuransi kesehatan sektor komersial tidak ada penurunan premi sebelum dan sesudah beroperasinya BPJS Kesehatan. Hasil global ini tidak mencerminkan semua perusahaan. Ketika di sort data perperusahaan, ada sejumlah perusahaan yang mengalami kenaikan, atau penurunan atau juga stagnasi. Inilah yang menjadi tujuan kedua dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh lingkungan eksternal dan internal industri asuransi kesehatan komersial setelah beroperasinya program JKN. Mengambil masingmasing dua sampel perusahaan asuransi umum di setiap kondisi diatas. Mengapa perusahaan-perusahaan tersebut mengalami kenaikan, atau penurunan atau juga stagnasi. Analisis SWOT, matrik IFE – EFE serta matrik IE dipergunakan untuk menjawab tujuan kedua ini. Hasilnya ditemukan delapan alternatif strategi yang dominan. Keterbatasan sumber daya dimungkinkan ada pada sejumlah perusahaan untuk menjalankan semua alternatif tersebut, oleh karena itu membuat skala prioritas menjadi suatu yang penting dan inilah tujuan ketiga dari penelitian ini yaitu merumuskan strategi pemasaran asuransi kesehatan komersial. Analitical Hierarchi Process (AHP) digunakan sebagai alat analisisnya. Penelitian ini bersifat studi kasus dengan skala industri asuransi kesehatan sektor komersial namun mengambil sampel 10 perusahan besar yang memenuhi kriteria dapat mewakili kondisi umum perusahaan perusahaan asuransi kesehatan komersial yang ada di Indonesia. Pengayaan materi dan memperjelas kondisi yang ada, penelitian juga dilakukan ke Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI). Disamping itu ke pihak regulator juga dilakukan yaitu BPJS Kesehatan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang khusus menangani asuransi khusunya asuransi kesehatan. Sehingga berjumlah 14 orang dari 14 institusi. Inilah sumber data primer penelitian ini. Data sekunder diperoleh dari OJK dan AAUI serta literatur lain berupa buku dan jurnal serta hasil tulisan ilmiah dari peneliti terdahulu. Hasil dari penelitian ini berupa rumusan alternatif strategi berdasarkan prioritas tingkat kepentingannya yang diharapkan mampu membuat perusahaanperusahaan asuransi kesehatan komersial dapat bertahan dan berkembang walau ada program JKN dari BPJS Kesehatan yang sifatnya wajib tersebut.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleStrategi Pemasaran Perusahaan Asuransi Kesehatan Komersial Setelah Beroperasinya Bpjs Kesehatan Di Indonesiaid
dc.subject.keywordAhpid
dc.subject.keywordBpjs Kesehatanid
dc.subject.keywordJaminan Kesehatan Nasionalid
dc.subject.keywordPerusahaan Asuransi Kesehatan Komersialid
dc.subject.keywordStrategi Pemasaranid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordAnalytical Hierarchy Processid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record