| dc.description.abstract | Perusahaan dalam menjalankan usahanya membutuhkan dana yang
bersumber dari internal dengan menggunakan saldo laba dan bersumber dari
eksternal melalui pinjaman bank ataupun penerbitan surat utang. Penggunaan
dana eksternal akan menimbulkan biaya tambahan berupa pembayaran deviden
kepada pemegang saham, biaya bunga dan pengembalian pokok pinjaman.
Pemilihan sumber pendanaan terbaik tidak terlepas dari komposisi struktur modal
yang tepat antara sumber pendanaan internal dan eksternal sehingga akan
diperoleh nilai perusahaan yang maksimum dan biaya modal yang minimum.
Penelitian ini dilakukan di PT Perkebunan Nusantara – V. Perusahaan ini
bergerak di sektor perkebunan dengan komoditi kelapa sawit dan karet. Visi
perusahaan ini adalah menjadi perusahaan agribisnis terintegrasi yang
berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Rencana jangka panjang telah disusun
sebagai road map untuk mencapai visi tersebut. Perusahaan ini ingin terus
berkembang, sehingga memilih untuk menggunakan dana eksternal dalam
memenuhi kegiatan operasional dan investasinya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan
terhadap struktur modal (leverage), mengetahui adakah struktur modal yang
optimal di perusahaan ini dan menganalisis komposisi struktur modal optimal
pada rencana jangka panjang PTPN-V. Penelitian ini menggunakan data sekunder
berupa laporan bulanan tahun 2010-2015 dan rencana jangka panjang perusahaan
2015-2019.
Hasil analisis regresi linear berganda antara kinerja keuangan (profitability,
size, growth, tangibility, liquidity, activity dan lag_leverage) terhadap struktur
modal (leverage) memiliki R2 sebesar 93.00%. Pada tingkat signifikansi 5% maka
size, growth dan lag_leverage memiliki pengaruh positif signifikan terhadap
leverage, sementara tangibility dan activity memiliki pengaruh negatif signifikan
terhadap leverage. Profitability dan liquidity tidak berpengaruh signifikan
terhadap leverage.
Struktur modal optimal diperoleh ketika Weighted Average Cost of Capital
(WACC) berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. Hasil analisis regresi
linear sederhana menunjukkan WACC berpengaruh negative terhadap nilai
perusahaan. Hal ini menunjukkan selama periode penelitian terdapat potensi
struktur modal optimal di PTPN-V.
Komposisi struktur modal PTPN-V pada rencana jangka panjang tahun
2015-2019 berada pada proporsi 52%-65% utang dimana hal ini tidak berada pada
struktur modal yang optimal. Hasil perhitungan diperoleh komposisi struktur
modal yang optimal pada rencana jangka panjang PTPN-V berada pada proporsi
30%-40% utang. Pada komposisi tersebut diperoleh nilai perusahaan yang
maksimum dan biaya modal yang minimum. | |