Show simple item record

dc.contributor.advisorHartoyo, Sri
dc.contributor.advisorMaulana, Tubagus Nur Ahmad
dc.contributor.authorPahlevi, Riza
dc.date.accessioned2025-08-07T09:54:26Z
dc.date.available2025-08-07T09:54:26Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167583
dc.description.abstractPerusahaan dalam menjalankan usahanya membutuhkan dana yang bersumber dari internal dengan menggunakan saldo laba dan bersumber dari eksternal melalui pinjaman bank ataupun penerbitan surat utang. Penggunaan dana eksternal akan menimbulkan biaya tambahan berupa pembayaran deviden kepada pemegang saham, biaya bunga dan pengembalian pokok pinjaman. Pemilihan sumber pendanaan terbaik tidak terlepas dari komposisi struktur modal yang tepat antara sumber pendanaan internal dan eksternal sehingga akan diperoleh nilai perusahaan yang maksimum dan biaya modal yang minimum. Penelitian ini dilakukan di PT Perkebunan Nusantara – V. Perusahaan ini bergerak di sektor perkebunan dengan komoditi kelapa sawit dan karet. Visi perusahaan ini adalah menjadi perusahaan agribisnis terintegrasi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Rencana jangka panjang telah disusun sebagai road map untuk mencapai visi tersebut. Perusahaan ini ingin terus berkembang, sehingga memilih untuk menggunakan dana eksternal dalam memenuhi kegiatan operasional dan investasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja keuangan terhadap struktur modal (leverage), mengetahui adakah struktur modal yang optimal di perusahaan ini dan menganalisis komposisi struktur modal optimal pada rencana jangka panjang PTPN-V. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan bulanan tahun 2010-2015 dan rencana jangka panjang perusahaan 2015-2019. Hasil analisis regresi linear berganda antara kinerja keuangan (profitability, size, growth, tangibility, liquidity, activity dan lag_leverage) terhadap struktur modal (leverage) memiliki R2 sebesar 93.00%. Pada tingkat signifikansi 5% maka size, growth dan lag_leverage memiliki pengaruh positif signifikan terhadap leverage, sementara tangibility dan activity memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap leverage. Profitability dan liquidity tidak berpengaruh signifikan terhadap leverage. Struktur modal optimal diperoleh ketika Weighted Average Cost of Capital (WACC) berhubungan negatif dengan nilai perusahaan. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan WACC berpengaruh negative terhadap nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan selama periode penelitian terdapat potensi struktur modal optimal di PTPN-V. Komposisi struktur modal PTPN-V pada rencana jangka panjang tahun 2015-2019 berada pada proporsi 52%-65% utang dimana hal ini tidak berada pada struktur modal yang optimal. Hasil perhitungan diperoleh komposisi struktur modal yang optimal pada rencana jangka panjang PTPN-V berada pada proporsi 30%-40% utang. Pada komposisi tersebut diperoleh nilai perusahaan yang maksimum dan biaya modal yang minimum.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Struktur Modal Optimal dan Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Struktur Modal Kasus Pt Perkebunan Nusantara Vid
dc.subject.keywordKinerja Keuanganid
dc.subject.keywordStruktur Modal Optimalid
dc.subject.keywordFinancial Performanceid
dc.subject.keywordCost Of Capitalid
dc.subject.keywordAnalisis Pengaruh Waccid
dc.subject.keywordBiaya Modal Rata-Rata Tertimbangid
dc.subject.keywordDebt Equity Ratio (Der)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record