Show simple item record

dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.advisorFahmi, Idqan
dc.contributor.authorAdi, Fajar
dc.date.accessioned2025-08-07T09:54:09Z
dc.date.available2025-08-07T09:54:09Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167578
dc.description.abstractPenelitian cross sectional ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi minat wirausaha pada mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan secara purposive pada perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang pada Bulan Februari 2016 hingga Agustus 2016. Responden merupakan mahasiswa yang masih kuliah di perguruan tinggi negeri (PTN), yaitu Universitas Indonesia (Jakarta dan Depok), Institut Pertanian Bogor (Bogor), dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (Tangerang) sebanyak 100 orang sebagai jumlah sampel minimum untuk penelitian deskriptif. Metode pengambilan sampling menggunakan non-probability sampling, dengan teknik pengambilan convenience sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan tatap muka langsung menggunakan pengisian kuesioner, disertai penjelasan kepada responden sebelum melakukan pengisian kuesioner. Pre-testing kuesioner dilakukan kepada 30 orang responden untuk meningkatkan kualitas data survei secara keseluruhan. Uji reliabilitas terhadap kuesioner menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari 0.600 pada semua variabel. Selain itu, uji validitas menunjukkan bahwa semua variabel pada kuesioner dinyatakan valid, yaitu dengan nilai r-tabel adalah 0.3610. Analisis statistik deskriptif dilakukan terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi minat wirausaha seperti faktor sikap, norma subjektif, faktor demografi, faktor sosioekonomi, dan tingkat literasi keuangan responden. Disamping itu, analisis regresi dengan variabel dummy dilakukan untuk melihat pengaruh dari variabel independen terhadap minat berwirausaha. Analisis statistik tersebut menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2013 dan SPSS version 20.0 for Windows. Proporsi jenis kelamin responden hampir sama antara laki-laki dan perempuan (52 persen laki-laki, 48 persen perempuan) dengan median usia 20 tahun. Sebagian besar responden merupakan mahasiswa sarjana (48 persen) dengan major perkuliahan Ekonomi/Manajemen sebanyak 45 persen dari total responden. Lebih dari setengah (51 persen) ikut serta dalam organisasi kemahasiswaan di kampusnya. Sebagian besar responden (71 persen) pernah mendapatkan ilmu kewirausahaan, namun hanya 54 persen dari total responden saja yang memiliki pengalaman berwirausaha dan hanya 30 persen yang memiliki pengalaman mengikuti kompetisi wirausaha. Sosioekonomi responden menunjukkan bahwa sebagian besar ayah (55 persen) dan ibu (59 persen) dari responden memiliki tingkat pendidikan sampai dengan tingkat perguruan tinggi, dan sebagian besar ayah (41 persen) dan ibu (40 persen) responden bekerja sebagai pegawai swasta, sedangkan hanya sedikit sekali ayah yang berprofesi sebagai pengusaha (8 persen). Analisis sikap terhadap perilaku berwirausaha menunjukkan bahwa responden sangat setuju bahwa sikap bekerja dengan penuh kejujuran, giat dan tekun dalam bekerja, berani dalam menghadapi risiko, mencari informasi peluang usaha dan tidak mudah menyerah bermanfaat untuk dapat memulai usaha dan merupakan sesuatu yang penting. Disamping itu, analisis terhadap norma subjektif menunjukkan bahwa responden tidak setuju pada anjuran orang untuk dapat memulai sebuah usaha. Analisis terhadap minat berwirausaha menunjukkan bahwa responden memiliki kecenderungan berminat untuk menjadi wirausahawan walaupun analisis tingkat literasi keuangan responden, baik konvensional dan syariah mayoritas berada pada kategori sedang. Analisis Regresi dengan Variabel Dummy menunjukkan bahwa minat berwirausaha secara signifikan dipengaruhi oleh variabel sikap terhadap wirausaha, literasi keuangan konvensional, literasi keuangan syariah, jenis kelamin, mengikuti kuliah kewirausahaan, pengalaman wirausaha dan pengalaman kompetisi wirausaha serta pendidikan ayah. Semakin tinggi nilai sikap, maka semakin tinggi minat untuk berwirausaha. Selain itu, tingkat literasi keuangan konvensional menunjukkan pengaruh yang searah dengan minat berwirausaha. Semakin tinggi literasi keuangan konvensional, maka kecenderungan dalam mengelola risiko lebih baik. Daya tahan suatu usaha juga dipengaruhi oleh faktor tingkat literasi keuangan konvensional (Wise 2013). Faktor jenis kelamin merupakan faktor yang dapat memengaruhi minat berwirausaha pada mahasiswa (Ismawati 2014) menyatakan bahwa, jenis kelamin merupakan faktor yang dapat memengaruhi minat berwirausaha pada mahasiswa, dimana wanita cenderung lebih berminat berwirausaha dibandingkan dengan pria. Untuk meningkatkan minat berwirausaha pada mahasiswa diperlukan upaya dari berbagai pihak, khususnya dibutuhkan upaya dari pihak akedemisi untuk dapat membangun sikap terhadap wirausaha dan untuk dapat meningkatkan literasi keuangan dikalangan mahasiswa pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleFaktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Berwirausaha Pada Mahasiswaid
dc.subject.keywordLiterasi Keuanganid
dc.subject.keywordMinatid
dc.subject.keywordNorma Subjektifid
dc.subject.keywordSikapid
dc.subject.keywordWirausahaid
dc.subject.keywordEntrepreneurshipid
dc.subject.keywordUji Reliabilitas Dan Validitasid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record