| dc.description.abstract | Penelitian cross sectional ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi minat wirausaha pada mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan
secara purposive pada perguruan tinggi di Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang
pada Bulan Februari 2016 hingga Agustus 2016.
Responden merupakan mahasiswa yang masih kuliah di perguruan tinggi
negeri (PTN), yaitu Universitas Indonesia (Jakarta dan Depok), Institut Pertanian
Bogor (Bogor), dan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (Tangerang)
sebanyak 100 orang sebagai jumlah sampel minimum untuk penelitian deskriptif.
Metode pengambilan sampling menggunakan non-probability sampling, dengan
teknik pengambilan convenience sampling.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data dengan tatap muka
langsung menggunakan pengisian kuesioner, disertai penjelasan kepada responden
sebelum melakukan pengisian kuesioner. Pre-testing kuesioner dilakukan kepada
30 orang responden untuk meningkatkan kualitas data survei secara keseluruhan.
Uji reliabilitas terhadap kuesioner menunjukkan tingkat reliabilitas yang baik
dengan nilai Cronbach’s alpha lebih besar dari 0.600 pada semua variabel. Selain
itu, uji validitas menunjukkan bahwa semua variabel pada kuesioner dinyatakan
valid, yaitu dengan nilai r-tabel adalah 0.3610.
Analisis statistik deskriptif dilakukan terhadap faktor-faktor yang
mempengaruhi minat wirausaha seperti faktor sikap, norma subjektif, faktor
demografi, faktor sosioekonomi, dan tingkat literasi keuangan responden.
Disamping itu, analisis regresi dengan variabel dummy dilakukan untuk melihat
pengaruh dari variabel independen terhadap minat berwirausaha. Analisis statistik
tersebut menggunakan perangkat lunak Microsoft Excel 2013 dan SPSS version
20.0 for Windows.
Proporsi jenis kelamin responden hampir sama antara laki-laki dan
perempuan (52 persen laki-laki, 48 persen perempuan) dengan median usia 20
tahun. Sebagian besar responden merupakan mahasiswa sarjana (48 persen) dengan
major perkuliahan Ekonomi/Manajemen sebanyak 45 persen dari total responden.
Lebih dari setengah (51 persen) ikut serta dalam organisasi kemahasiswaan di
kampusnya. Sebagian besar responden (71 persen) pernah mendapatkan ilmu
kewirausahaan, namun hanya 54 persen dari total responden saja yang memiliki
pengalaman berwirausaha dan hanya 30 persen yang memiliki pengalaman
mengikuti kompetisi wirausaha.
Sosioekonomi responden menunjukkan bahwa sebagian besar ayah (55
persen) dan ibu (59 persen) dari responden memiliki tingkat pendidikan sampai
dengan tingkat perguruan tinggi, dan sebagian besar ayah (41 persen) dan ibu (40
persen) responden bekerja sebagai pegawai swasta, sedangkan hanya sedikit sekali
ayah yang berprofesi sebagai pengusaha (8 persen).
Analisis sikap terhadap perilaku berwirausaha menunjukkan bahwa
responden sangat setuju bahwa sikap bekerja dengan penuh kejujuran, giat dan
tekun dalam bekerja, berani dalam menghadapi risiko, mencari informasi peluang usaha dan tidak mudah menyerah bermanfaat untuk dapat memulai usaha dan
merupakan sesuatu yang penting. Disamping itu, analisis terhadap norma subjektif
menunjukkan bahwa responden tidak setuju pada anjuran orang untuk dapat
memulai sebuah usaha.
Analisis terhadap minat berwirausaha menunjukkan bahwa responden
memiliki kecenderungan berminat untuk menjadi wirausahawan walaupun analisis
tingkat literasi keuangan responden, baik konvensional dan syariah mayoritas
berada pada kategori sedang.
Analisis Regresi dengan Variabel Dummy menunjukkan bahwa minat
berwirausaha secara signifikan dipengaruhi oleh variabel sikap terhadap wirausaha,
literasi keuangan konvensional, literasi keuangan syariah, jenis kelamin, mengikuti
kuliah kewirausahaan, pengalaman wirausaha dan pengalaman kompetisi
wirausaha serta pendidikan ayah. Semakin tinggi nilai sikap, maka semakin tinggi
minat untuk berwirausaha. Selain itu, tingkat literasi keuangan konvensional
menunjukkan pengaruh yang searah dengan minat berwirausaha. Semakin tinggi
literasi keuangan konvensional, maka kecenderungan dalam mengelola risiko lebih
baik. Daya tahan suatu usaha juga dipengaruhi oleh faktor tingkat literasi keuangan
konvensional (Wise 2013).
Faktor jenis kelamin merupakan faktor yang dapat memengaruhi minat
berwirausaha pada mahasiswa (Ismawati 2014) menyatakan bahwa, jenis kelamin
merupakan faktor yang dapat memengaruhi minat berwirausaha pada mahasiswa,
dimana wanita cenderung lebih berminat berwirausaha dibandingkan dengan pria.
Untuk meningkatkan minat berwirausaha pada mahasiswa diperlukan upaya
dari berbagai pihak, khususnya dibutuhkan upaya dari pihak akedemisi untuk dapat
membangun sikap terhadap wirausaha dan untuk dapat meningkatkan literasi
keuangan dikalangan mahasiswa pada khususnya dan masyarakat luas pada
umumnya. | |