| dc.description.abstract | Sektor usaha mikro dalam konteks dinamika ekonomi nasional terbukti
mampu mewujudkan peran dan kontribusi dalam meningkatkan pembangunan
karena posisinya yang strategis dalam penyerapan tenaga kerja, pemulihan
ekonomi masyarakat dan mewujudkan pemerataan kesempatan kerja.
Microfinance atau pembiayaan mikro mengalami perkembangan yang sangat
pesat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis transisi kualitas kredit
untuk kolektibilitas Non Performing Loan (NPL) pada kredit mikro di Bank XYZ
Kantor Wilayah X, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan NPL di sektor
kredit Mikro pada Bank XYZ Kantor Wilayah X dan Menganalisis dampak NPL
kredit mikro terhadap penyaluran kredit mikro di Bank XYZ Kanwil X.
Penentuan metode deskriptif ditujukan untuk memperoleh gambaran faktorfaktor yang menyebabkan terjadinya NPL pada Bank XYZ di Kanwil X dan
dampaknya terhadap jumlah penyaluran kredit Bank XYZ di sektor Mikro. Data
yang telah dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi logistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit mikro di Bank
XYZ mengalami peningkatan setiap tahunnya, begitu juga dengan Kanwil X.
Namun pertumbuhan NPL juga mengalami peningkatan setiap tahunnya. Umur,
penghasilan, plafond, angsuran, tenor, agunan, variabel wilayah dan sektor
ekonomi merupakan faktor-faktor yang signifikan memiliki peluang terjadinya
kredit NPL. Kredit mikro di desa lebih banyak dibandingkan kredit mikro di kota.
Jika dilihat dari hasil analisis dampak NPL terhadap kredit adalah negatif, karena
semakin tinggi nilai NPL maka bank akan semakin hati-hati dalam menyalurkan
kredit. Jika dirata-ratakan penyaluran kredit mikro di desa lebih tinggi
dibandingkan di kota. Jadi untuk menurunkan tingkat NPL yang penyaluran
kreditnya di wilayah luar Jawa harus dilakukan audit secara ketat terhadap
penyaluran kredit mikro. | |