Show simple item record

dc.contributor.advisorAchsani, Noer Azam
dc.contributor.advisorSasongko, Hendro
dc.contributor.authorBogawa, Mayang
dc.date.accessioned2025-08-07T09:53:15Z
dc.date.available2025-08-07T09:53:15Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167558
dc.description.abstractStruktur modal merupakan penetapan susunan sumber modal yang berasal dari ekuitas dan pinjaman. Setiap perusahaan memiliki struktur modal yang berbeda, sekalipun berada di dalam industri yang sama (Brigham dan Houston 2014). Risiko bisnis merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi struktur modal. Selain risiko bisnis, kemampuan perusahaan untuk menambah modal dalam keadaan kurang menguntungkan juga mempengaruhi keputusan struktur modal perusahaan. Perusahaan juga harus mampu menghadapi kesulitan operasional agar penyedia dana bersedia menanamkan uangnya. Oleh karena itu, pertumbuhan perusahaan dan kemungkinan tersedianya dana di masa mendatang serta konsekuensi akibat kurangnya dana sangat berpengaruh pada target struktur modal. Penelitian pada tesis ini berfokus untuk meneliti pengaruh risiko bisnis, pertumbuhan, dan likuiditas terhadap struktur modal perusahaan di sektor agrikultur. Struktur modal perusahaan pada penelitian ini menggunakan rasio hutang terhadap aset atau debt to assets ratio (DAR) dan rasio hutang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER). Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan yang telah diaudit dari perusahaan agrikultur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2010-2014. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah statistik deskriptif dan ekonometrika. Perusahaan yang menjadi contoh penelitian adalah 22 perusahaan dan menghasilkan 110 titik pengamatan. Data diolah menggunakan analisis regresi data panel statis. Model regresi yang digunakan adalah random effect model (REM). Variabel independen yang digunakan adalah risiko bisnis, pertumbuhan perusahaan, dan likuiditas. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa tingkat debt ratio tertinggi terdapat pada sub sektor kayu dan pengolahannya dan terendah terdapat pada sub sektor tanaman pangan. Risiko bisnis tertinggi adalah sub sektor perikanan dan terendah adalah sub sektor pulp dan kertas. Pertumbuhan tertinggi terdapat pada sub sektor kehutanan dan terendah terdapat pada sub sektor kayu dan pengolahannya. Likuiditas tertinggi terdapat pada sub sektor kehutanan dan terendah terdapat pada sub sektor kayu dan pengolahannya. Hasil analisis regresi data panel menunjukkan bahwa risiko bisnis dan pertumbuhan di sektor agrikultur memiliki pengaruh signifikan positif terhadap struktur modal. Sementara itu, hasil pengujian pengaruh likuiditas terhadap struktur modal menunjukkan bahwa likuiditas di sektor agrikultur memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap struktur modal.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Risiko Bisnis, Pertumbuhan dan Likuiditas Terhadap Struktur Modal Perusahaan Agrikultur Di Bursa Efek Indonesia (Bei) Tahun 2010-2014id
dc.subject.keywordAgrikulturid
dc.subject.keywordLikuiditasid
dc.subject.keywordRemid
dc.subject.keywordRisiko Bisnisid
dc.subject.keywordStruktur Modalid
dc.subject.keywordDebt To Assets Ratio (Dar)id
dc.subject.keywordDebt To Equity Ratio (Der)id
dc.subject.keywordRandom Effect Model (Rem)id


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record