| dc.description.abstract | Konsep keterlibatan memiliki peranan yang penting dalam menjelaskan
perilaku konsumen (Mittal 1989). Keterlibatan konsumen dipengaruhi oleh
beberapa faktor diantaranya faktor individu (motivasi, tingkat kepentingan, minat,
dan nilai), faktor objek atau stimulus (perbedaan alternatif, sumber komunikasi
dan isi dari komunikasi) dan faktor situasi (penggunaan atau kesempatan)
(Zaichkowsky 1986). ONS (Oral Nutritional Supplements) biasa digunakan untuk
meningkatkan status nutrisi pasien (Lochs et al. 2006). Penelitian mengenai
perilaku pembelian ONS untuk anak-anak di Indonesia saat ini masih sedikit, oleh
karena itu penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perilaku
pembelian produk dengan karakter khusus seperti ONS ini sangat penting bagi
perusahaan dalam menetapkan strategi pemasaran yang tepat. Berdasarkan
fenomena tersebut maka penting untuk mengkaji faktor-faktor yang
mempengaruhi perilaku pembelian konsumen terhadap ONS sehingga strategi
pemasaran perusahaan pun sesuai dengan faktor-faktor yang berpengaruh
terhadap perilaku pembelian dan tepat dengan target konsumen yang dituju.
Metode pengambilan data dilakukan secara online melalui media sosial
dengan responden ibu yang memiliki anak usia 1-12 tahun yang pernah membeli
ONS setidaknya satu kali pada enam bulan terakhir sebanyak 100 orang. Teknik
sampling yang digunakan adalah non-probablity sampling dengan penentuan
sampel yaitu purposive sampling. Pengolahan data yang digunakan adalah PLSSEM (Partial Least Square-Stuctural Equation Modelling) dengan menggunakan
software SmartPLS.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi motivasi dan faktor
stimulus yang diberikan perusahaan maka keterlibatan terhadap produk ONS pun
semakin tinggi sehingga perusahaan dapat merumuskan aktivitas pemasaran yang
dapat meningkatkan motivasi dan memberikan stimulus yang sesuai untuk
meningkatkan keterlibatan konsumen terhadap produk ONS. Selain itu, semakin
tinggi keterlibatan konsumen terhadap produk maka pengetahuan produk
konsumen semakin bertambah. Keterlibatan juga meningkatkan perilaku
pembelian konsumen sehingga sangat penting bagi perusahaan untuk membuat
konsumen terlibat terhadap produk ONS. Namun demikian, semakin tinggi
pengetahuan konsumen ternyata tidak meningkatkan perilaku pembelian produk
ONS sehingga solusi yang daat dilakukan adalah dengan meningkatkan edukasi
melalui tenaga kesehatan sehingga konsumen semakin paham mengenai resiko
bila tidak mengonsumsi ONS pada anak dengan gangguan status nutrisi. Semakin
tinggi motivasi dan faktor stimulus maka semakin tinggi pula perilaku pembelian
karena motivasi dan faktor stimulus secara tidak langsung mempengaruhi perilaku
pembelian ONS. | |