Show simple item record

dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.advisorAndati, Trias
dc.contributor.authorRahmi, Adya
dc.date.accessioned2025-08-07T09:52:32Z
dc.date.available2025-08-07T09:52:32Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167543
dc.description.abstractObligasi merupakan salah satu sumber pendanaan bagi perusahaan, selain laba usaha, saham dan utang bank. Di Indonesia, perkembangan penerbitan obligasi sebagai sumber dana menunjukkan tren positif jika dilihat dari jumlah obligasi yang beredar, jumlah perusahaan yang menerbitkan obligasi dan jumlah lembar obligasi yang diterbitkan, namun volume dan frekuensi perdagangan masih berfluktuasi, sehingga perlu analisis terhadap pasar obligasi dalam keputusan pendanaan. Sektor infrastruktur, utilitas, dan transportasi merupakan salah satu sektor penting yang tertuang dalam visi misi dan program Aksi Jokowi Kalla (2014) atau yang dikenal dengan Nawacita. Sektor ini menjadi prioritas Jokowi Kalla sehingga diperkirakan akan membutuhkan banyak dana untuk pengembangan usaha. Selain itu, sektor ini merupakan sektor dengan nilai perdagangan obligasi terbesar kedua setelah sektor keuangan. Pada sektor ini pula jumlah obligasi yang terjual lebih sedikit dibandingkan obligasi yang diterbitkan dari tahun 2010-2014. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian dari obligasi tersebut tidak terjual habis di pasar obligasi sehingga jumlah dana yang didapatkan dari penerbitan obligasi tidak sesuai dengan rencana pendanaan perusahaan. Obligasi yang tidak terjual habis menunjukkan bahwa investor tidak tertarik untuk membeli obligasi tersebut. Dalam berinvestasi pada obligasi korporasi, investor mengharapkan keuntungan dalam bentuk return sehingga perlu menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi return yang diterima, karena obligasi korporasi memiliki risiko gagal bayar yang tinggi. Beberapa faktor yang dipertimbangkan dalam analisis return obligasi dibagi menjadi tiga. Pertama, faktor dari karakteristik obligasi antara lain; kupon, yield to maturity (YTM), durasi dan peringkat obligasi. Kedua, faktor dari perusahaan antara lain; jumlah aset dan debt to equity ratio (DER). Ketiga, faktor makroekonomi antara lain; suku bunga Bank Indonesia, nilai tukar, inflasi, dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling dengan ketentuan (1) obligasi korporasi yang terdaftar dan diperdagangkan secara aktif di BEI dari tahun 2010 hingga 2014, (2) belum jatuh tempo dan tidak memiliki fitur convertible (3) peringkat obligasi korporasi yang terdaftar di Pefindo (4) membayar kupon secara triwulan dan (5) emiten memiliki laporan keuangan yang lengkap dan telah diaudit. Sampel penelitian ini berjumlah 13 obligasi yang diperdagangkan dari tahun 2010- 2014, dengan total observasi sebanyak 260 observasi. Analisis faktor-faktor yang memengaruhi return obligasi pada sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi dianalisis dengan metode regresi data panel dan diolah dengan perangkat lunak Eviews 9. Hasil regresi data panel dengan metode efek tetap (Fixed Effect Method) menunjukkan bahwa R2 pada penelitian....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Pengaruh Karakteristik Obligasi dan Perusahaan Serta Faktor Makroekonomi Terhadap Return Obligasi Korporasi Pada Sektor Infrastruktur, Utilitas dan Transportasiid
dc.subject.keywordFaktor Makroekonomiid
dc.subject.keywordKarakteristik Obligasiid
dc.subject.keywordKarakteristik Perusahaanid
dc.subject.keywordReturn Obligasi Korporasiid
dc.subject.keywordSektor Infrastrukturid
dc.subject.keywordUtilitas Dan Transportasiid
dc.subject.keywordStatistika Deskriptifid
dc.subject.keywordAnalisis Variabel Independenid
dc.subject.keywordUji Asumsi Klasikid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record