Show simple item record

dc.contributor.advisorNajib, Mukhamad
dc.contributor.advisorDjohar, Setiadi
dc.contributor.authorSapudin, Ahmad
dc.date.accessioned2025-08-07T09:52:10Z
dc.date.available2025-08-07T09:52:10Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167536
dc.description.abstractUsaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengalami pertumbuhan yang pesat 52.02% pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun 1998. Selain itu UMKM mempunyai peran strategis dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi hambatan dan kendala pada aspek permodalan, sumber daya manusia, dan pemasaran. Baitul maal wat tamwil (BMT) memiliki peran sebagai agen distribusi aset untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, melalui kegiatan baitul maal yang berfungsi sebagai lembaga sosial dan baitul tamwil yang berfungsi sebagai lembaga bisnis dengan pola Islam. BMT Tawfin merupakan lembaga keuangan mikro syariah yang memiliki usaha penghimpunan dan penyaluran dana sesuai dengan prinsip syariah yang fokus pada pembiayaan UMKM. BMT Tawfin diharapkan dapat berkembang dan mampu memberikan solusi kendala permodalan bagi UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kinerja kesehatan BMT Tawfin dan faktor-faktor strategis yang berpengaruh terhadap pengembangan usaha BMT Tawfin, merumuskan alternatif strategi pengembangan usaha dan merekomendasikan prioritas strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan usaha BMT Tawfin dalam pembiayaan UMKM. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan studi kasus di BMT Tawfin, Jakarta. Penelitian dilakukan pada bulan Mei sampai Agustus 2016. Jenis data yang digunakan adalah data primer (wawancara dan kuesioner) dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis kinerja kesehatan berdasarkan model penilaian kesehatan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, analisis internal, analisis eksternal, analisis matriks IE, analisis SWOT dan BOS (blue ocean strategy). Hasil analisis penilaian kinerja kesehatan menunjukkan BMT Tawfin memperoleh skor 51.85 dengan predikat dalam pengawasan. Hasil analisis dengan menggunakan analisis internal eksternal (IE) menempatkan posisi BMT Tawfin pada kuadran V yaitu posisi menjaga dan mempertahankan. Strategi pengembangan BMT Tawfin yang dihasilkan dari matriks SWOT dan BOS diperoleh 5 usulan strategi baru yang disarankan yaitu 1) Memperkuat sinergi dengan alumni FOSSEI dalam mendapatkan dana murah dan mengembangkan linkage program dengan lembaga keuangan mikro syariah dan perbankan syariah dalam memperoleh alternatif likuiditas, 2) Menambah satu tenaga pemasaran yang memiliki kemampuan mengelola penghimpunan dan penempatan dana, 3) Meningkatkan fungsi pengawasan manajemen risiko dalam kegiatan operasi melalui perbaikan standar operasi manajemen dan standar operasi prosedur, pembentukan Dewan Pengawas Syariah (DPS), dan peningkatan penanganan pembiayaan bermasalah serta pemberdayaan kembali komite-komite yang dibentuk dalam struktur organisasi, 4) Meningkatkan layanan kepada anggota, nasabah dan masyarakat melalui peningkatan sarana dan prasana, penyediaan produk dan jasa yang murah dan cepat namun tetap sesuai dengan prinsip syariah dan memberikan layanan penghimpunan dan pendistribusian zakat, infaq, shodaqah dan wakaf (ZISWAF), 5) Meningkatkan kompetensi SDM melalui pelatihan dan pembinaan dan memberikan penghargaan berbasis kinerja agar fokus terhadap pengembangan usaha.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (Studi Kasus Di Bmt Tawfin, Jakarta)id
dc.subject.keywordUsahaid
dc.subject.keywordMikroid
dc.subject.keywordKecil Dan Menengahid
dc.subject.keywordUmkmid
dc.subject.keywordMbt Tawfinid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record