| dc.description.abstract | Kegiatan ekonomi di dunia saat ini menjadi makin berkait dan bergantung
satu sama lain. Hampir tidak ada negara yang tidak mempunyai interaksi dengan
dunia luar (Husnan 2001). Hal ini dapat dilihat dari adanya kejadian krisis moneter
yang melanda kawasan Asia pada tahun 1997. Pasca krisis tersebut, tercipta begitu
banyak kesepakatan,serta upaya-upaya pembentukan institusi yang mengarah pada
kerja sama multilateral di bidang perekonomian yang diharapkan mampu
meningkatkan pemahaman dampak integrasi ekonomi regional yang terbentuk
melalui kombinasi East Asia Summit (ASEAN, Republik Rakyat China, Jepang,
Republik Korea, Australia, India, dan Selandia Baru) atau yang lebih dikenal
dengan ASEAN+6.
Efek dari adanya hubungan ekonomi Indonesia dengan negara lain,
menyebabkan pasar modal Indonesia terintegrasi. Pengaruh yang ditimbulkan bisa
positif atau negatif. Korelasi indeks harga saham gabungan dalam jangka panjang
dalam pasar modal antar negara digunakan untuk mengetahui tingkat dan
perkembangan integrasi pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
merupakan peubah penting dalam bidang keuangan yang pergerakan nilainya perlu
diperhatikan dari waktu ke waktu. Indeks ini mencakup pergerakan indeks
komposit seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks
sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan sub indeks IHSG, dimana
pergerakan fluktuatif dari indeks harga saham sektoral menentukan pergerakan
kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan integrasi jangka
panjang serta pengaruh guncangan pasar saham ASEAN+6 terhadap Indeks Harga
Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dan mengetahui sektor industri yang paling
memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia serta pengaruh
guncangan sektor industri. Ruang lingkup penelitian ini meliputi Negara ASEAN+6
yang diteliti, yaitu Indonesia (JKSE), Malaysia (KLSE), Singapura (STI), Thailand
(SET), Filipina (PSEi), Australia (AORD), Republik Rakyat China (SSE), Jepang
(Nikkei225), Republik Korea (Kospi), India (BSESN), dan Selandia Baru (NZX50).
Indeks harga saham sektoral yang digunakan meliputi sektor pertanian (JKAGRI),
pertambangan (JKMING), industri dasar dan kimia (JKBIND), aneka industri
(JKMISC), barang konsumsi (JKCONS), properti dan real estate (JKPROP),
transportasi dan infrastruktur (JKINFA), keuangan (JKFINA), dan perdagangan,
jasa, serta investasi ( JKTRADE) dan manufaktur (JKMNFG). Metode yang
digunakan adalah VAR / VECM.
Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks harga saham Filipina, Republik
Korea, dan India berhubungan positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan
(IHSG) Indonesia, sedangkan Thailand, Selandia Baru, dan Republik Rakyat China
berhubungan negatif dengan IHSG Indonesia. Indeks harga saham Malaysia,
Jepang, Singapura dan Australia tidak memiliki pengaruh terhadap IHSG Indonesia.
Guncangan indeks harga saham Filipina, Republik Korea dan India berdampak
pada IHSG Indonesia dalam jangka panjang, sedangkan guncangan indeks harga | |