Show simple item record

dc.contributor.advisorOktaviani, Rina
dc.contributor.advisorHakim, Dedi Budiman
dc.contributor.authorTamisari, Marsela Dwi
dc.date.accessioned2025-08-07T09:51:49Z
dc.date.available2025-08-07T09:51:49Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167528
dc.description.abstractKegiatan ekonomi di dunia saat ini menjadi makin berkait dan bergantung satu sama lain. Hampir tidak ada negara yang tidak mempunyai interaksi dengan dunia luar (Husnan 2001). Hal ini dapat dilihat dari adanya kejadian krisis moneter yang melanda kawasan Asia pada tahun 1997. Pasca krisis tersebut, tercipta begitu banyak kesepakatan,serta upaya-upaya pembentukan institusi yang mengarah pada kerja sama multilateral di bidang perekonomian yang diharapkan mampu meningkatkan pemahaman dampak integrasi ekonomi regional yang terbentuk melalui kombinasi East Asia Summit (ASEAN, Republik Rakyat China, Jepang, Republik Korea, Australia, India, dan Selandia Baru) atau yang lebih dikenal dengan ASEAN+6. Efek dari adanya hubungan ekonomi Indonesia dengan negara lain, menyebabkan pasar modal Indonesia terintegrasi. Pengaruh yang ditimbulkan bisa positif atau negatif. Korelasi indeks harga saham gabungan dalam jangka panjang dalam pasar modal antar negara digunakan untuk mengetahui tingkat dan perkembangan integrasi pasar modal. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan peubah penting dalam bidang keuangan yang pergerakan nilainya perlu diperhatikan dari waktu ke waktu. Indeks ini mencakup pergerakan indeks komposit seluruh saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks sektoral Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan sub indeks IHSG, dimana pergerakan fluktuatif dari indeks harga saham sektoral menentukan pergerakan kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan integrasi jangka panjang serta pengaruh guncangan pasar saham ASEAN+6 terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dan mengetahui sektor industri yang paling memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia serta pengaruh guncangan sektor industri. Ruang lingkup penelitian ini meliputi Negara ASEAN+6 yang diteliti, yaitu Indonesia (JKSE), Malaysia (KLSE), Singapura (STI), Thailand (SET), Filipina (PSEi), Australia (AORD), Republik Rakyat China (SSE), Jepang (Nikkei225), Republik Korea (Kospi), India (BSESN), dan Selandia Baru (NZX50). Indeks harga saham sektoral yang digunakan meliputi sektor pertanian (JKAGRI), pertambangan (JKMING), industri dasar dan kimia (JKBIND), aneka industri (JKMISC), barang konsumsi (JKCONS), properti dan real estate (JKPROP), transportasi dan infrastruktur (JKINFA), keuangan (JKFINA), dan perdagangan, jasa, serta investasi ( JKTRADE) dan manufaktur (JKMNFG). Metode yang digunakan adalah VAR / VECM. Hasil analisis menunjukkan bahwa indeks harga saham Filipina, Republik Korea, dan India berhubungan positif terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia, sedangkan Thailand, Selandia Baru, dan Republik Rakyat China berhubungan negatif dengan IHSG Indonesia. Indeks harga saham Malaysia, Jepang, Singapura dan Australia tidak memiliki pengaruh terhadap IHSG Indonesia. Guncangan indeks harga saham Filipina, Republik Korea dan India berdampak pada IHSG Indonesia dalam jangka panjang, sedangkan guncangan indeks harga
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleIntegrasi Pasar Saham Asean+6 dan Pengaruh Harga Saham Sektoral Terhadap Ihsg Indonesiaid
dc.subject.keywordAsean+6id
dc.subject.keywordHarga Saham Sektoralid
dc.subject.keywordIntegrasiid
dc.subject.keywordVar/Vecmid
dc.subject.keywordAnalisis Vector Error Correction Modelid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record