| dc.description.abstract | Kompetensi merupakan sebuah paket pengetahuan, keahlian dan nilai-nilai
yang diperlukan oleh seorang individu dalam menjalankan pekerjaannya dengan
baik. Kompetensi dapat menjadi petunjuk yang menggambarkan apakah seorang
individu akan mampu menjalankan pekerjaannya dan memberikan hasil yang
diharapkan atau tidak. Kompetensi juga dapat berfungsi sebagai panduan
pengembangkan keahlian yang diperlukan untuk sebuah pekerjaan.
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan salah satu tujuan utama
dalam operasi PT Holcim Indonesia Tbk. Saat ini PT Holcim Indonesia Tbk telah
memiliki model kompetensi keselamatan kerja untuk area operasional (line
function) yang berasal dari Holcim global. Namun tidak ada panduan mengenai
model kompetensi keselamatan kerja untuk departemen Corporate OHS sendiri.
Sementara peran departemen Corporate OHS dalam penerapan K3 di perusahaan
amatlah penting. Kondisi ini menjadi lebih menantang setelah dilakukannya
perombakan organisasi dan pendefinisian ulang peran utama departemen
keselamatan kerja dari global.
Agar departemen Corporate OHS dapat meningkatkan kinerja yang
diharapkan melalui model kompetensi yang sesuai, maka tujuan penelitian ini
adalah 1) menganalisa peranan-peranan baru dari departemen Corporate OHS PT
Holcim Indonesia Tbk berdasarkan sistem keselamatan kerja yang dianut oleh
perusahaan tersebut, 2) membuat model kompetensi yang sesuai dengan perananperanan baru departemen Corporate OHS PT Holcim Indonesia Tbk, 3)
menentukan peringkat kompetensi untuk masing-masing posisi di departemen
Corporate OHS, 4) menyusun program keahlian yang menunjang pembentukan
kompetensi sesuai model kompetensi untuk departemen Corporate OHS PT
Holcim Indonesia Tbk. Penelitian ini menggunakan metoda modified DACUM
dan merujuk kepada kamus kompetensi AMA (American Management
Association).
Hasil penelitian menunjukkan ada 9 kompetensi utama untuk departemen
keselamatan kerja. Empat dari sembilan kompetensi tersebut adalah kompetensi
keselamatan kerja, yang meliputi 1) OHS mission implementation & tactical
planning, 2) controls hazards & manages risks, 3) result oriented OHS, dan 4)
mastering complexity & manages incidents. Sedangkan lima kompetensi lainnya
merupakan kompetensi leadership, yang meliputi 1) communication, 2) partnering,
3) influencing, 4) building trust & personal accountability, 5) critical &
analytical thinking. Isi dari model kompetensi yang dibuat adalah 1) daftar
sembilan kompetensi utama yang dipersyaratkan, 2) definisi masing-masing
kompetensi, 3) tingkatan masing-masing kompetensi, 4) pengembangan untuk
setiap tingkatan, 5) kebutuhan tingkat kompetensi untuk setiap posisi jabatan | |