| dc.description.abstract | Dewasa ini dikenal ada sembilan vaksin unggas yang digunakan untuk
pemeliharaan kesehatan unggas konsumsi di Indonesia. Namun sayangnya,
tingginya kebutuhan vaksin tersebut masih didominasi oleh 80% produk impor.
Pemerintah Indonesia telah melarang impor vaksin Avian Influenza (AI),
berdasarkan Surat Edaran Menteri Pertanian No 3345 tanggal 13 Juli 2011. Hal ini
memberikan peluang bagi produsen lokal vaksin unggas untuk dapat
memproduksi vaksin Avian Influenza.
Ada dua jenis vaksin AI berdasarkan proses produksi dan jenis virus yang
digunakan dalam pembuatannya. Kedua jenis vaksin tersebut yakni vaksin yang
dibuat secara konvensional menggunakan virus yang bersifat pathogen dan vaksin
reverse genetic yang menggunakan cangkang atau pembawa virus AI yang
bersifat apathogenic sehingga lebih aman dalam penggunaannya dilapangan.
World Health Organization (WHO) dan OIE (Office International des
Epizooties)menyarankan penggunaan vaksin AI reverse genetic mengingat
efektivitas dan keamanan penggunaannya dilapangan.
Produsen lokal yang memiliki lisensi untuk pembuatan vaksin Avian
Influenza dengan teknologi reverse genetic di Indonesia adalah PT IPB Shigeta
Animal Pharmaceutical (PT IPB SAP). Perusahaan ini kini telah memproduksi
vaksin avian influenza (flu burung) dengan teknologi reverse genetic. Dari
sembilan jenis vaksin unggas yang ada di pasar, PT IPB Shigeta Animal
Pharmaceutical, saat ini memfokuskan diri dengan memproduksi 3 jenis vaksin
yakni AI, ND dan AI-ND. Vaksin yang sudah dipasarkan adalah vaksin AI,
sementara dua vaksin lainnya masih dalam proses registrasi di Kementerian
Pertanian.
Penelitian ini memiliki empat tujuan yaitu: (1) menjelaskan faktor-faktor
yang menjadi kunci sukses bisnis vaksin unggas; (2) mengidentifikasi model
bisnis yang dijalankan oleh PT IPB-SAP saat ini; (3) menyusun kanvas model
bisnis perbaikan 4) merumuskan alternatif strategi pengembangan bisnis bagi PT
IPB SAP dan 5) mengidentifikasi hubungan antara factor kunci sukses /Key
Success Factors (KSF)dan model bisnis kanvas PT IPBSAP.
Hasil penelitian menunjukkan ada enam KSF dalam berbisnis vaksin
unggas di Indonesia. Faktor kunci sukses tersebut adalah kepemimpinan, budaya
organisasi, jejaring, teknologi, produksi dan distribusi.Model bisnis yang
dijalankan PT IPB-SAP telah diidentifikasi menggunakan bisnis model kanvas
dan sembilan elemen model bisnisnya dianalisis menggunakan analisis SWOT
sehingga diperoleh beberapa alternatif strategi pengembangan bisnis.Alternatif
strategi tersebut yaitu:Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, peningkatan
distribusi penjualan kepada peternak, meningkatkan efisiensi produksi dan
penyesuaian harga jual per botol, meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan
karyawan, meningkatkan product knowledge dan pengetahuan peternak,
mengembangkan formulasi baru Bird CLOSE 5.1 dan produk baru, peningkatankualitas dan kuantitas produksi dan atau quality control, menerapkan quality
assurance terhadap vendor dan aliansi strategi dengan IPB dan lembaga penelitian
lainnya. Dari hasil penelitian ditemukan keterkaitan antara KSF dan elemen model
bisnis yang dijalankan oleh PT IPB Shigeta Animal pharmaceuticals. Keterkaitan
tersebut meliputi aspek kepemimpinan dengan key resources, aspek budaya
perusahaan dengan key resources, aspek produksi dengan key activities, aspek
teknologi dengan key resources, aspek distribusi dengan channels dan key
activitiesdan key partnershipserta networking dengan key partnership dan
channels. | |