| dc.description.abstract | PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk yang juga dikenal dengan
sebutan PGN merupakan perusahaan yang bergerak di bidang transmisi dan
distribusi gas bumi, yang menghubungkan pasokan gas bumi Indonesia dengan
konsumen di seluruh penjuru nusantara. PGN merupakan pemimpin pasar dalam
bisnis distribusi dan transmisi gas bumi di Indonesia, namun demikian dengan
semakin ketatnya persaingan bisnis di bidang ini, pangsa pasar PGN mengalami
penurunan.
Karakteristik bisnis gas yaitu pasokan-jaringan transmisi/distribusi pipa
gas - pasar harus terpenuhi. Tanpa pasokan gas PGN tidak bisa memperluas
jaringan pipa gas baik transmisi maupun distribusi yang dibutuhkan pasar. Untuk
penentuan alokasi gas ada di tangan Pemerintah. Pemerintah telah menetapkan
kebijakan terkait pemanfaatan gas bumi dalam rangka mendorong peningkatan
pemanfaatan gas bumi domestik untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
(Perpres No. 5 Tahun 2005). Kebijakan terkait pemanfaatan gas bumi telah dibuat
namun ketersediaan infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi gas bumi belum
merata ke seluruh Indonesia. Hanya beberapa kota besar di Indonesia terutama di
pulau Sumatera dan Jawa yang sudah tersedia jaringan pipa transmisi dan
distribusi gas bumi. Ketersediaan infrastruktur inilah yang sering menjadi kendala
pemanfaatan gas bumi untuk dalam negeri.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengindentifikasi faktor-faktor yang
berpengaruh terhadap bisnis PGN, merumuskan alternatif strategi pengembangan
bisnis dan merekomendasikan prioritas strategi yang dapat diterapkan untuk
pengembangan bisnis PGN menghadapi persaingan bisnis gas bumi di Indonesia.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan
studi kasus di PT. Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. Penelitian dilakukan
pada April-Agustus 2015. Jenis data yang digunakan adalah data primer
(wawancara dan kuesioner) dan data sekunder, dengan teknik pengumpulan data
purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, analisis
internal, analisis eksternal, analisis matriks IE, analisis SWOT dan QSPM
(Qualitative Strategic Planning Matrix).
Hasil analisis dengan menggunakan IFE dan EFE dimasukkan ke dalam
analisis Internal Eksternal (IE) menempatkan posisi PGN berada pada kuadran I
(Tumbuh dan Kembangkan). Strategi yang dapat dilakukan untuk
mengoptimalkan pengembangan PGN adalah dengan menerapkan intensive
strategy dan integration strategy, serta dapat dilakukan merger dan strategic
alliance. Intensive strategy dapat dilakukan dengan melakukan penetrasi pasar,
pengembangan pasar, dan pengembangan produk. Integration strategy dapat
dilakukan dengan melakukan integrasi ke belakang, integrasi ke depan dan
integrasi horizontal.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan
bahwa prioritas strategi pertama yang dapat dilakukan adalah mengembangkanmanajemen regulasi dan meningkatkan kerjasama dengan stakeholder, kemudian
prioritas strategi selanjutnya adalah meningkatkan pasokan yang handal dan
kompetitif melalui penguasaan gas secara mandiri. Untuk prioritas strategi ketiga
adalah menjalankan bisnis yang kompeten, sinergis dan berwawasan internasional
sedangkan prioritas strategi keempat yaitu meningkatkan kapabilitas SDM,
teknologi, inovasi dan teknologi informasi yang fokus pada masa depan. Prioritas
strategi kelima adalah meningkatkan solusi energi berbasis penguasaan bisnis di
seluruh rantai nilai gas bumi sedangkan prioritas strategi terakhir yaitu
membangun infrastruktur yang handal dan terus berkembang.
Beberapa saran pada penelitian ini adalah PGN terlibat secara aktif dalam
pembahasan wacana yang berkembang dalam bisnis gas bumi saat ini yaitu
pembentukan atau penunjukkan entitas bisnis sebagai agregator gas bumi, yang
berfungsi sebagai entitas bisnis pengumpul yang menampung dan membeli
pasokan gas bumi dari beberapa pemasok atau produsen gas bumi dalam negeri
agar adanya jaminan pasokan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri. PGN perlu
melakukan akuisisi sumur-sumur gas bumi yang dekat dengan infrastruktur
jaringan pipa gas bumi eksisting milik perusahaan sehingga potensi kekurangan
pasokan gas bumi dapat teratasi tanpa menunggu pembangunan jaringan pipa gas
bumi baru sehingga keandalan pasokan gas bumi PGN meningkat. PGN perlu
membuat terobosan dalam membuka pasar baru dengan cara membuat kawasan
terpadu yang terintegrasi berbasis gas bumi. Kawasan terpadu ini dapat meliputi
kawasan industri, komersial maupun properti termasuk pembangkit listrik tenaga
gas bumi. Pengembangan kawasan terpadu tersebut dapat memberikan stimulus
bagi tumbuhnya kegiatan ekonomi di sekitar kawasan terpadu tersebut. | |