Show simple item record

dc.contributor.advisorSatria, Arif
dc.contributor.advisorSuprayitno, Gendut
dc.contributor.authorFattah, Muhammad Unggul Abdul
dc.date.accessioned2025-08-07T09:50:40Z
dc.date.available2025-08-07T09:50:40Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167494
dc.description.abstractTujuan dari penelitian ini adalah menentukan produk unggulan daerah (PUD) kabupaten Banyumas, menentukan prioritas kecamatan pengembangan PUD kabupaten Banyumas, merumuskan alternatif solusi pengembangan PUD IKM kabupaten Banyumas, menentukan pemangku kepentingan yang berperan sebagai penggerak dalam pengembangan PUD IKM kabupaten Banyumas, melakukan penyelarasan alternatif solusi dalam kerangka kebijakan sebagai strategi pengembangan daya saing produk unggulan daerah (PUD) industri kecil menengah (IKM) kabupaten Banyumas. Kriteria yang digunakan dalam penentuan PUD berasal dari 12 kriteria yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014. Hasil dari penilaian menunjukkan bahwa prioritas pertama PUD kabupaten Banyumas adalah gula kelapa. Prioritas kecamatan pengembangan IKM gula kelapa di kabupaten Banyumas adalah kecamatan Cilongok. Strategi pengembangan IKM gula kelapa dibuat dengan mengikuti model Sembilan Faktor (Nine Factor). Alternatif solusi yang dikembangkan berdasarkan model tersebut untuk masing-masing faktor adalah mendorong petani menggunakan sistem pertanian organik (faktor endowed resources), mendorong jenis produsen untuk memiliki kemampuan menjual berbagai macam bentuk gula kelapa (faktor bussiness Environment), memperkuat pengembangan teknologi IKM gula kelapa organik baik berupa gula kelapa cetak maupun gula kelapa granula (faktor related dan supporting industries), meningkatkan standarisasi mutu produk gula kelapa (faktor domestik demand), memberikan penyuluhan secara rutin terhadap seluruh produsen gula kelapa (faktor workers), mendorong pemerintah untuk mempromosikan konsumsi produk gula kelapa granula organik baik di tingkat lokal/domestik, regional, nasional maupun internasional (faktor politicians and bureucrats), mendorong tumbuhnya wirausaha baru di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten (faktor entrepreuners), Meningkatkan kemempuan manajerial dalam efisiensi produksi gula kelapa mulai dari bahan baku sampai dengan pemasaran (faktor profesional manager and engineers), dan mendorong gula kelapa dalam bentuk granula sebagai subtitusi gula tebu (faktor chance). Pemangku kepentingan yang berperan sebagai penggerak dalam kerangka sembilan faktor mayoritas dipegang oleh pemerintah pusat maupun daerah dengan melibatkan akademisi di faktor profesional manager and engineers. IKM gula kelapa menjadi penggerak pada faktor endowed resources dan faktor workers. Dari seluruh faktor dalam kerangka strategi Sembilan Faktor maka prioritas strategi yang didapatkan adalah penguatan faktor workers.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Daya Saing Produk Unggulan Daerah Industri Kecil Menengah Kabupaten Banyumasid
dc.subject.keywordIndustri Kecil Mengeah (Ikm)id
dc.subject.keywordProduk Unggulan Daerah (Pud)id
dc.subject.keywordSemiblan Faktor (Nine Factor)id
dc.subject.keywordStrategi Daya Saingid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record