| dc.description.abstract | Interaksi dalam perekonomian ditandai dengan semakin terbukanya
transaksi perdagangan dan mobilitas arus modal antar negara. Transaksi tersebut
memungkinkan aliran dana yang masuk dan keluar dari suatu negara. Faktor
tersebut menyebabkan integrasi pasar modal suatu negara dengan pasar modal
negara lain. Integrasi pasar modal juga ditandai dengan semakin banyak jumlah
investor asing yang menanamkan dananya di negara tujuan. Kemudahan ini
dikarenakan saat ini pasar modal antar negara telah terhubung dalam suatu sistem
karena perkembangan teknologi.
Integrasi pasar menjadi penting mengingat saat ini kerjasama antar negara
dalam satu kawasan juga meningkat terutama dalam perdagangan. Adanya
integrasi ini mampu menarik investor untuk menanamkan modalnya pada pasar
modal negara tersebut. ASEAN menjadi kawasan yang menarik untuk diteliti
mengenai integrasi pasar. ASEAN termasuk kawasan emerging market yang
mengalami percepatan pemulihan pasca krisis keuangan global tahun 2008. Selain
itu ASEAN akan menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) atau
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). AEC merupakan langkah awal negaranegara ASEAN untuk pencapaian pembentukan pasar tunggal.
Penelitian tentang integrasi pasar ASEAN memang telah banyak dilakukan
namun mempunyai hasil yang berbeda-beda dan objek yang digunakan juga
berbeda. Oleh karena itu penelitian mengenai integrasi pasar ASEAN perlu untuk
dikaji lebih dalam dengan menggunakan unsur yang berbeda. Penelitian ini akan
mencoba menganalisis hubungan pasar saham Indonesia dengan pasar ASEAN
dan unsur lain yang digunakan yaitu peristiwa penurunan harga minyak dunia
yang terjadi sepanjang tahun 2014.
Dalam penelitian ini, konsep integrasi pasar saham diartikan suatu
hubungan dan pengaruh pasar saham antar negara. Oleh karena itu dalam
penelitian tujuan yang ingin dicapai yaitu untuk menganalisis apakah terdapat
integrasi di kawasan ASEAN 5 selama penurunan harga minyak dunia. Tujuan
lain adalah untuk menganalisis pasar saham yang saling mempengaruhi,
khususnya pada pasar saham Indonesia.
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari harga minyak
mentah dunia dan indeks pasar saham ASEAN 5 yaitu Jakarta Composite
Index/JCI (Indonesia), Kuala Lumpur Composite Index/KLCI (Malaysia), Strait
Time Index/STI (Singapura), Securities Exchange of Thailand Index/SETI
(Thailand), dan Philippine Stock Exchange/PSE (Filipina) serta harga minyak
dunia selama bulan Januari 2009 sampai Mei 2015.
Alat analisis yang digunakan yaitu VECM (Vector Error Corection Model)
untuk mengetahui integrasi yang terdapat pada pasar saham ASEAN. Pengujian
kointegrasi biasanya menggunakan uji Johansen Cointegration. Jika pengujian
data atau variabel menunjukkan hasil tidak stasioner namun mempunyai kointegrasi dengan variabel lain, maka bentuk model yang digunakan yaitu
VECM. Oleh karena itu VECM disebut sebagai model VAR untuk data time
series yang tidak stasioner dan mempunyai kointegrasi. Selain itu untuk
menganalisis guncangan variabel lain dan kontribusi antar variabel digunakan
analisis Impuls Response Function (IRF) dan Variance Decomposition (VD).
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa selama periode penelitian yaitu tahun 2009-2015, terdapat
integrasi atau hubungan jangka panjang dalam kawasan ASEAN5 (Indonesia,
Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina). Dalam hubungan jangka panjang,
diperoleh bahwa secara keseluruhan pasar saham Indonesia dipengaruhi oleh
pasar saham Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, dan harga minyak dunia.
Variabel dummy hanya berpengaruh signifikan terhadap IHSG dan STI. Hal ini
berarti bahwa dalam jangka pendek peristiwa penurunan minyak dunia yang
terjadi sepanjang tahun 2014 sampai 2015 berdampak pada pasar saham Indonesia
dan Singapura. | |