| dc.description.abstract | Lingkungan bisnis di Indonesia pasca reformasi terus tumbuh dan
berkembang pesat. Oleh karenanya diperlukan sebuah sistem manajemen yang
efektif dan efisien. Kelangsungan hidup dan pertumbuhan suatu perusahaan bukan
hanya ditentukan dari keberhasilan dalam mengelola keuangan, tetapi juga
ditentukan dari keberhasilannya mengelola sumber daya manusia (Alhempi 2012).
Berbagai perubahan yang terjadi di dalam lingkup bisnis membuat
manajemen PT Pul Logistics Indonesia (PLI) menyadari bahwa pengelolaan
sumber daya manusia merupakan hal utama dan terus dikembangkan. Akibat
perubahan lingkup bisnis secara cepat membuat PLI tidak siap di dalam
pengelolaan SDM dengan baik, sehingga menimbulkan konflik antara manajemen
dengan karyawan yang diwakili oleh serikat pekerja. Permasalahan bermula dari
ketidakrapihan administrasi manajemen di dalam transparansi aturan dan kebijakan
serta aspek pemenuhan kebutuhan dasar yaitu upah di bawah UMR serta pemimpin
yang tidak mampu mengorganisir karyawannya sehingga menimbulkan
kesenjangan/jarak antara pemimpin dengan yang dipimpin, dan kemampuan
mengkondusifkan hubungan antara karyawan itu sendiri. Persoalan ini
menyebabkan PLI harus beperkara sampai ke Suku Dinas Ketenagakerjaan. Belajar
dari permasalahan yang terjadi pada 2013 – 2014, maka dibentuklah unit bisnis
yang khusus menangani SDM agar mampu memberikan peningkatan dan
pembenahan terhadap karyawan. Divisi SDM PLI selanjutnya melakukan berbagai
langkah pembenahan jangka pendek karyawan agar mampu memberikan kinerja
yang optimal di dalam penyelesaian pekerjaan. Beberapa hal yang telah dilakukan
di dalam upaya pengembalian, yaitu 1) perapihan administrasi kepegawaian, 2)
pemenuhan aspek kebutuhan dasar karyawan yakni upah 3) melakukan rotasi
kepemimpinan dan penguatan posisi dan kewenangan. 4) menjalin hubungan
dengan serangkaian instansi keamanan guna menjamin tingkat kondusifitas kerja di
lingkungan kerja, dan 5) penguatan budaya organisasi perusahaan landasan
kebijakan dan aturan, serta mengarah pada perilaku individual di dalam perusahaan
sebagaimana arahan dari pimpinan perusahaan. Berbagai faktor yang
mempengaruhi kinerja berdasarkan permasalahan di atas coba untuk dianalisa guna
mendapatkan rumusan strategi bagi manajemen untuk membuat program-program
yang bertujuan meningkatkan kinerja karyawan. Beberapa faktor yang
mempengaruhi upaya peningkatan kinerja karyawan dan dianalisis meliputi budaya
organisasi, motivasi kerja, kepemimpinan dan lingkungan kerja. Pengambilan
sampel menggunakan purposive sampling terhadap 285 karyawan operasional PLI
melalui kuisioner dan wawancara. Rentang kriteria digunakan untuk mendapat nilai
persepsi karyawan dan analisis Structural equation modeling (SEM) untuk mencari
pengaruh terhadap kinerja. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis persepsi
karyawan terhadap budaya organisasi, motivasi kerja, kepemimpinan, dan
lingkungan kerja serta kinerja karyawan PLI. Kemudian menganalisis faktor yang
paling berpengaruh diantara budaya organisasi, motivasi kerja, kepemimpinan,
lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan PLI, serta merumuskan strategi meningkatkan kinerja karyawan PLI melalui peningkatan budaya organisasi,
motivasi kerja, kepemimpinan, dan lingkungan kerja.
Hasil dari penelitian ini adalah budaya organisasi, motivasi, kepemimpinan
dan lingkungan kerja serta kinerja dipersepsikan baik oleh karyawan PLI. Budaya
organisasi, motivasi, kepemimpinan, lingkungan kerja berpengaruh signifikan
terhadap kinerja karyawan PLI. Kepemimpinan berpengaruh paling tinggi sebesar
(0.68) diikuti motivasi (0.64) serta lingkungan kerja (0.16) dan terakhir budaya
organisasi (0.08). Perumusan strategi di dalam upaya peningkatan kinerja ke depan,
yaitu penguatan budaya Trust perusahaan dan perbaikan pengelolaan SDM yang
profesional, mempertahankan sistem pengupahan dan memformulasikan
pengukuran pencapaian kinerja individu, mengedepankan kemampuan
kepemimpinan di dalam memberikan solusi nyata, menjaga suasana kerja yang
aman dan kondusif dan meningkatkan kinerja karyawan dengan pemenuhan sarana
penunjang kerja dan melakukan refreshment training dan reenforcement SOP
terhadap seluruh karyawan PLI. | |