| dc.description.abstract | Dunia informasi dan teknologi Indonesia yang semakin berkembang,
membuat banyak perusahaan yang bergerak di bidang informasi dan teknologi
menciptakan barang atau jasa yang bertujuan untuk memudahkan kehidupan
masyarakat. Salah satunya dengan jasa pembayaran elektronik. Keinginan
masyarakat untuk hidup lebih praktis membuat jasa pembayaran elektronik
digemari, sekarang untuk berbelanja, transfer, ataupun membayar tagihan tidak
harus membawa uang tunai. Transaksi non tunai kian berkembang dan semakin
lazim digunakan dalam masyarakat. Besarnya minat masyarakat untuk
bertransaksi non tunai tak lepas dari kebutuhan akan kecepatan dan kemudahan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan struktur modal dan
modal kerja perusahaan, serta menganalisis hubungan antara hutang jangka
pendek (SDA), hutang jangka panjang (LDA), dan total hutang (DA) perusahaan
dengan kinerja keuangan perusahaan, menganalisis net liquid balance (NLB) dan
working capital requirements (WCR) terhadap kinerja keuangan perusahaan.
Penelitian menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan alat
analisis menggunakan E views 7, dengan sumber data sekunder yaitu laporan
keuangan PT XYZ tahun 2002 sampai tahun 2013 yang telah diaudit.
Hasil analisa data menunjukkan bahwa struktur modal perusahaan sejalan
dengan teory pecking order, dimana perusahaan lebih memilih menggunakan
modalnya sendiri untuk pembiayaan atau pembelian aset dibandingkan
menggunakan hutang kepada bank atau hutang jangka panjang lainnya. Pada
analisa modal kerja perusahaan menunjukan proporsi aktiva lancar yang terlalu
besar dibandingkan dengan hutang lancar, adapun aktiva lancar perusahaan lebih
banyak dalam bentuk deposito berjangka bulanan. Dalam mengkaji analisa
pengaruh struktur modal yang diukur dari hutang jangka pendek (SDA), hutang
jangka panjang (LDA), total hutang (DA), dan pengaruh modal kerja yang diukur
dengan net liquid balance (NLB), working capital requirements (WCR) terhadap
kinerja perusahaan yang diukur dengan rasio profitabilitas, rasio likuiditas dan
rasio solvabilitas ditemukan bahwa hutang jangka pendek berpengaruh signifikan
terhadap tiga rasio pengukuran kinerja perusahaan tersebut, sedangkan hutang
jangka panjang hanya berpengaruh terhadap rasio solvabilitas.
Penelitian ini merekomendasikan manajemen untuk menggunakan strategi
pada pengolahan modal kerja perusahaan untuk lebih efisien digunakan dalam
pembiayaan operasional dan rencana investasi bukan pada penempatan deposito
berjangka bulanan saja sedang pada struktur modal manajemen harus mulai
memperhitungkan pengolahan hutang terutama hutang jangka pendeknya,
dikarenakan pengaruhnya yang signifikan terhadap kinerja perusahaan...dst. | |