Show simple item record

dc.contributor.advisorSiregar, Hermanto
dc.contributor.advisorAnggraeni, Lukytawati
dc.contributor.authorSetiono, Untung
dc.date.accessioned2025-08-07T09:49:50Z
dc.date.available2025-08-07T09:49:50Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167466
dc.description.abstractDunia informasi dan teknologi Indonesia yang semakin berkembang, membuat banyak perusahaan yang bergerak di bidang informasi dan teknologi menciptakan barang atau jasa yang bertujuan untuk memudahkan kehidupan masyarakat. Salah satunya dengan jasa pembayaran elektronik. Keinginan masyarakat untuk hidup lebih praktis membuat jasa pembayaran elektronik digemari, sekarang untuk berbelanja, transfer, ataupun membayar tagihan tidak harus membawa uang tunai. Transaksi non tunai kian berkembang dan semakin lazim digunakan dalam masyarakat. Besarnya minat masyarakat untuk bertransaksi non tunai tak lepas dari kebutuhan akan kecepatan dan kemudahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan struktur modal dan modal kerja perusahaan, serta menganalisis hubungan antara hutang jangka pendek (SDA), hutang jangka panjang (LDA), dan total hutang (DA) perusahaan dengan kinerja keuangan perusahaan, menganalisis net liquid balance (NLB) dan working capital requirements (WCR) terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian menggunakan metode analisis regresi linier berganda dengan alat analisis menggunakan E views 7, dengan sumber data sekunder yaitu laporan keuangan PT XYZ tahun 2002 sampai tahun 2013 yang telah diaudit. Hasil analisa data menunjukkan bahwa struktur modal perusahaan sejalan dengan teory pecking order, dimana perusahaan lebih memilih menggunakan modalnya sendiri untuk pembiayaan atau pembelian aset dibandingkan menggunakan hutang kepada bank atau hutang jangka panjang lainnya. Pada analisa modal kerja perusahaan menunjukan proporsi aktiva lancar yang terlalu besar dibandingkan dengan hutang lancar, adapun aktiva lancar perusahaan lebih banyak dalam bentuk deposito berjangka bulanan. Dalam mengkaji analisa pengaruh struktur modal yang diukur dari hutang jangka pendek (SDA), hutang jangka panjang (LDA), total hutang (DA), dan pengaruh modal kerja yang diukur dengan net liquid balance (NLB), working capital requirements (WCR) terhadap kinerja perusahaan yang diukur dengan rasio profitabilitas, rasio likuiditas dan rasio solvabilitas ditemukan bahwa hutang jangka pendek berpengaruh signifikan terhadap tiga rasio pengukuran kinerja perusahaan tersebut, sedangkan hutang jangka panjang hanya berpengaruh terhadap rasio solvabilitas. Penelitian ini merekomendasikan manajemen untuk menggunakan strategi pada pengolahan modal kerja perusahaan untuk lebih efisien digunakan dalam pembiayaan operasional dan rencana investasi bukan pada penempatan deposito berjangka bulanan saja sedang pada struktur modal manajemen harus mulai memperhitungkan pengolahan hutang terutama hutang jangka pendeknya, dikarenakan pengaruhnya yang signifikan terhadap kinerja perusahaan...dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titleAnalisis Struktur Modal dan Modal Kerja Serta Pengaruhnya Terhadap Kinerja Perusahaan: Kasus Pt Xyzid
dc.subject.keywordKinerja Keuangan Perusahaanid
dc.subject.keywordModal Kerjaid
dc.subject.keywordStruktur Modalid
dc.subject.keywordAnalisis Regresi Linear Bergandaid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record