| dc.description.abstract | Indonesia adalah salah satu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi
cukup tinggi, hal ini tercermin dari aktivitas perdagangan internasional.
Berdasarkan data dari kementrian perdagangan, sejak tahun 2010-2014 tren
volume perdagangan ekspor impor mengalami kenaikan sebesar 3,53% dengan
volume di tahun 2014 sebesar USD 354 Miliar. Nilai tersebut mengalami sedikit
penurunan di tahun 2013, setelah sebelumnya mengalami kenaikan dari USD 293
Miliar di tahun 2012. Perdagangan internasional melibatkan pertukaran barang
dan jasa antar negara, salah satu jasa yang terlibat adalah jasa perbankan dalam
hal ini yaitu produk Trade Finance. Pengembangan produk Trade Finance di
Bank saat ini tidak hanya berlaku untuk memfasilitasi perdagangan internasional
namun juga untuk perdagangan domestik.
Bank XYZ adalah Bank swasta devisa yang didirikan tahun 1941 dengan
komitmen kuat mengembangkan bisnis Trade Finance. Saat ini Bank XYZ
merupakan anak perusahaan dari ABC Bank-Singapore dengan kepemilikan
saham sebesar 85,1%. Divisi Trade Finance sebagai divisi yang bertanggung
jawab untuk mengelola produk Trade Finance dituntut untuk selalu meningkatkan
kinerjanya melalui pertumbuhan volume dan pendapatan bagi Bank. Tercatat di
tahun 2014, volume ekspor impor Bank XYZ mengalami penurunan sebesar 10%,
bahkan lebih besar dari penurunan volume ekspor impor nasional yaitu sebesar
4%. Volume Bank Garansi juga mengalami penurunan di tahun 2014 yaitu
sebesar 34%. Pendapatan Trade Finance setelah mengalami pertumbuhan
signifikan sebesar 48% Year on Year di tahun 2013, namun di akhir tahun 2014
mengalami perlambatan dengan membukukan kenaikan hanya sebesar 10% dan
tercatat 2% di bawah target yang ditetapkan manajemen.
Penelitian ini mencoba merumuskan strategi peningkatan kinerja Divisi
Trade Finance dengan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC).
Melalui sembilan komponen bisnis, pendekatan ini berhasil mengidentifikasi alur
logis sebuah perusahaan menghasilkan pendapatan. Hasil identifikasi BMC antara
lain Bank XYZ mengklasifikan nasabah business banking berdasarkan skala
bisnisnya menjadi Wholesale Banking (WB), Enterprise Banking (EB),
Commercial (CmB) dan Emerging Business (EmB). Dari total 1,115 nasabah
Trade Finance, segmen EB memberikan kontribusi pendapatan terbesar yaitu
58%, disusul oleh CmB 22%, WB 18% dan EmB 2%, sementara CmB memiliki
jumlah nasabah terbesar yaitu 40%, disusul EmB 30%, EB 21% dan WB 9%.
Terdapat konsentrasi portofolio nasabah yaitu 80% sumber pendapatan
terkonsentrasi hanya kepada 10% jumlah nasabah, 68% pendapatan dihasilkan
oleh nasabah yang berlokasi di metropolitan Jabotabek dan 65% pendapatan
didominasi oleh produk impor, sedangkan berdasarkan sektor industri, nasabah
yang ada relatif memiliki ragam yang cukup tersebar.
Secara umum, produk Trade Finance yang dimiliki saat ini sudah cukup
lengkap, namun masih terdapat produk konvensional yang dapat menjadi
substitusi terhadap produk trade loan berbasis open account. Dalam hal kapasitas
jangkauan, semua jaringan kantor cabang yang tersedia unit business banking...dst. | |