Show simple item record

dc.contributor.advisorSuharjo, Budi
dc.contributor.advisorMuflikhati, Itiqlaliyah
dc.contributor.authorLestari, Bunga Ayu
dc.date.accessioned2025-08-07T09:49:34Z
dc.date.available2025-08-07T09:49:34Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167457
dc.description.abstractNilai pertumbuhan kartu kredit di Indonesia pada tahun 2014 tidak sesuai proyeksi yang ditargetkan oleh Bank Indonesia (BI), kondisi ini tentunya akan menghambat upaya pemerintah dalam membentuk Less Cash Society (LCS) di Indonesia. Kartu kredit yang berperan sebagai indikator tumbuhnya LCS, merupakansalah satu alat transaksi non tunai dengan sistem pembayaran yang lebih aman dan praktis. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Mengidentifikasi minat masyarakat terhadap Kartu Kredit. 2. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat agar bersedia memiliki kartu kredit. 3. Memberikan alternatif rekomendasi strategi yang dapat digunakan untuk mempengaruhi masyarakat dalam memiliki kartu kredit. Penelitian ini dilakukan kepada 86 responden yang memenuni syarat untuk memiliki kartu kredit, akan tetapi tidak memiliki kartu kredit. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode non-probability sampling. Dengan berbasis teori perilaku terencana atau Theory Of Planned Behavior(TPB) yang dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation Model (SEM), untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi minat konsumen terhadapkepemilikan kartu kredit. Dimana minat tersebutdipengaruhi oleh sikap terhadap perilaku, norma subjektif dan kontrol terhadap perilaku. Minat responden terhadap kepemilikan kartu kredit masih menunjukkan hasil yang sangat rendah. Penelitian menunjukkan bahwa hanya sebesar 17% responden yang menyatakan berminat untuk menggunakan kartu kredit. Sebanyak 48% responden menyatakan tidak berminat terhadap kartu kredit. Sedangkan 35% responden menyatakan antara tertarik dan tidak. Variabel laten dari penelitian ini terdiri dariKeyakinan Perilaku (KP), Evaluasi Konsekuensi (EK), Keyakinan Normatif (KN), Motivasi Mematuhi (MM), Keyakinan Kontrol(KK) dan Kekuatan Faktor Kontrol (KFK) dan minat untuk kepemilikan kartu kredit. Variabel laten tersebut lalu diukur melalui indikator berdasarkan skor pada setiap objek penelitian. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa pengaruh sikap terhadap perilaku (ATB) yang terbentuk dari KP dan EK, norma subjektif (SN) yang terbentuk dari KN dan MM, kontrol perilaku (PBC) yang terbentuk dari KK dan KFK, adalah signifikan dan positif terhadap minatkepemilikan kartu kredit. Kontrol terhadap perilaku dengan indikator sedikitnya orang yang menggunakan kartu kredit di lingkungan sekitar konsumen, menjadi faktor determinan yang dapat mempengaruhi minat kepemilikan kartu kredit. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa : 1. Perbankan dan pemerintah dapat melakukan kampanye positif mengenai penggunaan kartu kredit yang terkontrol dan sesuai dengan fungsinya untuk menghindari penyalahgunaan. Dalam hal ini, lembaga terkait hendaknya dapat secara aktif turut serta mengedukasi penggunanya. 2. Hendaknya perbankan dapat menetapkan bunga kredit yang rendah dan biaya penggunaan kartu kredit yang tidak terlalu mahal....dst.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Pemasaranid
dc.titleAnalisis Minat Kepemilikan Kartu Kredit (Studi Kasus Kota Bogor)id
dc.subject.keywordKartu Kreditid
dc.subject.keywordMinatid
dc.subject.keywordNorma Subyektifid
dc.subject.keywordTheory Planned Behavior (Tpb)id
dc.subject.keywordAnalisis Perilaku Respondenid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record