| dc.description.abstract | Teh putih (white tea) adalah produk turunan teh yang relatif baru di industri
teh di Indonesia. Sebagai salah satu dari produsen teh, Pusat Penelitian Teh dan
Kina mengembangkan produk teh putih dengan tujuan untuk menghidupkan
kembali industri teh di Indonesia. Teh putih memiliki keunikan yaitu harga yang
relatif tinggi dan permintaan pasar yang tinggi. Meningkatnya jumlah dari
golongan dengan penerimaan kelas menengah ke atas Indonesia dapat menjadi
konsumen potensial baru teh putih karena mengutamakan kualitas dan kesehatan
serta tidak sensitif terhadap harga. Harga teh putih yang tinggi dan permintaan
yang tinggi akan menarik pemain baru dalam industri the premium. Munculnya
pesaing baru membuat industri teh premium menjadi lebih kompetitif. Oleh sebab
itu diperlukan sebuah solusi untuk memenangkan persaingan dan untuk menjaga
dominasi di industri teh putih. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk
merumuskan strategi dan memberikan strategi terbaik untuk meningkatkan daya
saing teh putih PPTK.
Penelitian dilakukan di PPTK Gambung Jawa Barat dengan responden
sebanyak tujuh orang yang merupakan expert. Wawancara dilakukan
mengggunakan bantuan kuisioner terstruktur. Terdapat tiga tahapan dalam
perumusan strategi untuk meningkatkan daya saing. Tahap pertama dalam
perumusan strategi adalah menganalisa lingkungan perusahaan menggunakan
Internal Factor Evaluation (IFE) dan External Factor Evaluation (EFE). Tahap
kedua adalah menggunakan Internal dan Eksternal (IE) matriks dan analisis
Kekuatan Kelemahan Peluang Ancaman (SWOT). Tahap ketiga adalah pemilihan
strategi terbaik dari beragam alternatif strategi yang telah dirumuskan dengan
bantuan matrix QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Matriks IE
menunjukkan posisi perusahaan dengan menggunakan informasi dari IFE dan
EFE. Analisis SWOT menghasilkan strategi bagi perusahaan dengan
menggunakan informasi tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Informasi IFE dan EFE menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kekuatan
internal yang kuat dan respon yang baik terhadap faktor eksternal. Matriks IE
menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dalam posisi tumbuh dan berkembang.
Matriks IE menunjukkan bahwa strategi alternatif yang tepat bagi perusahaan
adalah penetrasi pasar, pengembangan pasar, pengembangan produk, integrasi ke
depan, integrasi ke belakang, dan integrasi samping.
Matrik QSPM menunjukkan strategi diprioritaskan untuk diambil yaitu
pengembangan pasar, pengembangan produk, integrasi ke depan, dan integrasi ke
belakang. Implikasi strategi ini terdiri atas harga, tempat, promosi, dan produk.
Implikasi berdasarkan harga adalah upaya mengurangi biaya produksi melalui
inovasi dalam proses produksi. Mengurangi biaya akan meningkatkan margin
keuntungan perusahaan. Implikasi berdasarkan produk antara lain penerapan
inovasi dalam produk akhir seperti teh putih siap minum dan penambahan rasa
baru untuk produk teh putih. Inovasi lain adalah penambahan efek seduhan cepat
dan peningkatan visualisasi teh putih setelah diseduh. Implikasi...dst. | |