Show simple item record

dc.contributor.advisorFirdaus, Muhammad
dc.contributor.advisorSasongko, Hendro
dc.contributor.authorAstuti, Vera Nora Indra
dc.date.accessioned2025-08-07T09:49:13Z
dc.date.available2025-08-07T09:49:13Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167445
dc.description.abstractRespon dan bentuk komitmen Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk secepatnya dapat menghasilkan suatu critical mass sumber daya manusia (SDM) dan praktisi bermutu magister dan doktor guna mengisi dan meningkatkan derap pembangunan di pusat maupun daerah, dalam kerangka pembangunan nasional sejalan dengan penerapan Otonomi Daerah telah dilakukan melalui penyelenggaraan program-program pendidikan sains dengan penyelenggaraan khusus. Menurut Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB (2011) penyelenggaraan program khusus ini dilakukan di luar jadwal perkuliahan kelas reguler, yaitu pada hari kerja di sore-malam hari dan di akhir pekan (hari Jumat dan Sabtu) untuk memberikan kesempatan kepada yang tidak dapat meninggalkan pekerjaannya secara penuh, namun memerlukan peningkatan kapasitas akademik melalui jalur pendidikan formal bermutu. Pada awal pendiriannya hanya ada tiga program penyelenggaraan khusus, kemudian berkembang penyelenggaraan khusus lainnya. Program pascasarjana yang awalnya hanya membuka kelas regular, mulai banyak membuka kelas penyelenggaraan khusus. Semakin bertambahnya PS yang membuka program penyelenggaraan khusus mengindikasikan bahwa program tersebut sebenarnya dinilai mempunyai prospek bagus untuk dikembangkan. Laporan Tahunan IPB 2013 menyebutkan bahwa Program Pascasarjana penyelenggaraan khusus merupakan salah satu sumber penerimaan IPB dari pendapatan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) IPB. Pengembangan program penyelenggaraan khusus tersebut membutuhkan strategi yang tepat. Tujuan penelitian ini antara lain: (1) menganalisis faktor-faktor lingkungan strategis dalam pengembangan PS Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah (MPI); (2) menentukan posisi dan kondisi PS MPI berdasarkan faktor-faktor lingkungannya; (3) mencari alternatif strategi dalam pengembangan PS MPI; (4) merumuskan prioritas strategi dalam pengembangan PS MPI dan (5) merumuskan implementasi strategi pengembangan PS MPI. Faktor lingkungan strategis kekuatan, yaitu kualifikasi SDM yang bagus; kurikulum yang unik, spesifik dan sesuai kebutuhan dunia kerja; masa studi singkat; akreditasi A dari BAN PT; dan nama besar SPs IPB. Faktor lingkungan strategis kelemahan, yaitu banyaknya PS yang berada di bawah SPs; belum ada sertifikasi internasional; keterbatasan sarana prasarana pembelajaran; kebijakan keuangan di tingkat SPs tidak mendukung kegiatan pemasaran PS MPI; dan beban kerja dosen yang tinggi. Faktor lingkungan strategis peluang, yaitu banyaknya alumni tersebar pada lembaga strategis; kebijakan pemerintah terhadap UKM; adanya program beasiswa; pasar dari luar negeri yang terbuka; standarisasi pendidikan nasional dan internasional; dan meningkatnya kualitas SDM multitasking dan visioner tetapi memiliki keterbatasan waktu. Faktor lingkungan strategis ancaman, yaitu pasar bebas tenaga kerja; masuknya perguruan tinggi
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Strategiid
dc.titleStrategi Pengembangan Program Penyelenggaraan Khusus Di Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor (Studi Kasus Program Magister Pengembangan Industri Kecil Menengah Sps Ipb)id
dc.subject.keywordMpiid
dc.subject.keywordPascasarjanaid
dc.subject.keywordProgram Penyelenggaraan Khususid
dc.subject.keywordStrategi Pengembanganid
dc.subject.keywordSwotid
dc.subject.keywordBenchmarkingid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record