| dc.description.abstract | Kopi asal Indonesia sudah sangat terkenal dan banyak diperdagangkan di
pasar internasional. Namun, tingginya potensi kopi asal Indonesia masih kurang
terapresiasi di negeri sendiri. Tingkat konsumsi kopi per kapita di Indonesia pada
tahun 2015/2016 sebesar 0.98 kg masih sangat jauh dibandingkan dengan negaranegara pengekspor lainnya, seperti Brazil 5.9 kg, Vietnam 1.34 kg, dan Kolombia
1.85 kg (ICO 2016). Namun, jika dilihat tren pertumbuhannya, terjadi
peningkatan konsumsi domestik kopi di Indonesia tiap tahunnya meskipun tidak
secara signifikan. Tingkat konsumsi kopi yang semakin bertumbuh ini didukung
oleh semakin banyaknya masyarakat kelas menengah dan meningkatnya promosi.
Kedai kopi juga semakin banyak bermunculan di daerah-daerah urban. Kedaikedai kopi ini mencakup kedai kopi lokal dan gerai asing (USDA 2015).
Disinilah peran penting kedai kopi lokal sebagai fasilitator untuk lebih
memperkenalkan kopi, termasuk kopi asal Indonesia, pada masyarakat Indonesia
sendiri agar tingkat konsumsi domestik kopi meningkat. Berdasarkan penelitian
awal yang dilakukan oleh peneliti (2016), masyarakat Bogor lebih sering
mengunjungi kedai kopi asing (50.99%) dibandingkan dengan kedai kopi lokal
(40.40%). Posisi kedai kopi lokal di Bogor yang masih kalah dibandingkan
dengan kedai kopi asing membuat kedai-kedai kopi lokal perlu untuk memikirkan
bagaimana strategi yang tepat dalam meningkatkan keunggulan kompetitif
sehingga dapat bertahan dan berkembang dalam industri ini.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis faktor internal dan eksternal
yang memengaruhi keunggulan kompetitif kedai kopi lokal di Bogor, 2)
merumuskan strategi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif kedai kopi lokal
di Bogor, dan 3) memilih prioritas strategi untuk meningkatkan keunggulan
kompetitif kedai kopi lokal di Bogor. Penelitian dilakukan dengan metode
deskriptif. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder.
Pengumpulan data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, kuesioner
dan studi literatur. Pengambilan pakar dilakukan secara non probability sampling
dengan teknik purposive. Responden pakar terdiri dari pemilik kedai kopi lokal di
Bogor. Pengambilan responden dilakukan secara non probability sampling dengan
teknik convenience. Responden yang digunakan terdiri dari pengunjung kedai
kopi lokal dan kedai kopi asing di Bogor.
Hasil penelitian menunjukkan faktor internal utama yang mempengaruhi
keunggulan kompetitif kedai kopi lokal di Bogor, yaitu berupa kekuatan utama
kemampuan memberikan layanan tambahan dengan skor (0.798) serta yang
menjadi kelemahan utama adalah proses rekrutmen yang sederhana dengan skor
(0.071). Selain itu, faktor eksternal utama yang mempengaruhi keunggulan
kompetitif kedai kopi lokal di Bogor, yaitu berupa peluang utama bagi kedai kopi
lokal adalah tren minum kopi di kedai kopi meningkat dengan skor (1.316), serta
yang menjadi ancaman utama bagi kedai kopi lokal adalah antusiasme masyarakat
terhadap kedai kopi lokal masih lebih rendah dengan skor (0.563).
Analisis dengan menggunakan Matriks IE menunjukkan kedai kopi lokal
termasuk dalam sel I, yaitu tumbuh dan kembangkan. Masuknya kedai kopi lokal6
dalam sel I ini menghasilkan lima alternatif strategi untuk meningkatkan
keunggulan kompetitif, yaitu membangun image yang unik, meningkatkan
kompetensi SDM dalam bidang manajemen mutu, melaksanakan promosi yang
bersifat edukatif, melakukan sistem kontrak dengan pemasok, dan meningkatkan
kompetensi SDM dalam bidang R&D. Analisis dengan menggunakan Analytic
Network Process (ANP) menunjukkan bahwa strategi utama untuk meningkatkan
keunggulan kompetitif kedai kopi lokal adalah strategi melaksanakan promosi
yang bersifat edukatif. | |