| dc.description.abstract | Rupiah merupakan salah satu mata uang yang mempunyai volitilitas atau
pergerakan harga yang dinamis dimana berpotensi dapat menyebabkan kerugian
finansial bagi perusahaan yang mempunyai kewajiban dalam valuta asing
sedangkan pendapatannya dalam mata uang Rupiah. Perusahaan telekomunikasi
merupakan salah satu perusahaan yang terekspos risiko mata uang tersebut
mengingat merupakan perusahaan padat modal yang membutuhkan banyak impor
sedangkan pendapatannya dalam Rupiah.
Alternatif untuk memitigasi risiko mata uang tersebut adalah
menggunakan hedging. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa hedging dapat
berpengaruh positif, tidak berpengaruh atau berpengaruh negatif terhadap nilai
perusahaan. Penelitian hedging di Indonesia masih belum banyak khususnya
terkait nilai perusahaan, sehingga penelitian ini diharapkan mendorong penelitian
lain sejenis.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan
hedging pada perusahaan telekomunikasi publik serta mengetahui dampak
hedging terhadap nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, hedging merupakan
variabel moderating terhadap berbagai variabel yang mempengaruhi nilai
perusahaan yaitu variabel profitabilitas, firm size, leverage, growth, dividend dan
likuiditas. Tehnik analisis yang dipakai yaitu ordinary least square. Sedangkan
perusahaan yang diteliti sebanyak 2 perusahaan publik dengan data keuangan
triwulan sejak tahun 2006 sampai dengan 2015.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hedging dilakukan perusahaan
telekomunikasi adalah melalui transaksi derivatif yaitu cross currency swap,
forward dan option. Secara umum hedging tidak mempengaruhi nilai perusahaan
mengingat 5 variabel yang telah dimoderasi tidak berpengaruh signifikan dan
hanya 1 variabel yang telah dimoderasi yaitu yaitu profitabilitas berpengaruh
signifikan negatif terhadap nilai perusahaan. | |