| dc.description.abstract | Pesatnya perkembangan transportasi menjadi bukti nyata adanya arus
globalisasi yang semakin kuat. Peranan transportasi menjadi sangat penting untuk
mendukung kelancaran rantai pasok barang dan membantu kemudahan mobilitas
manusia. Kebutuhan kendaraan transportasi baik bagi perusahaan maupun
personal meningkat. Hal tersebut menjadi peluang bagi pengusaha yang bergerak
dalam bidang penyewaan kendaraan. Salah satu pemain dalam industri ini adalah
perusahaan rental mobil Wiralodra 27 yang berlokasi di Bogor. Perusahaan ini
merupakan perusahaan yang telah berubah skala usahanya dari perusahaan UKM
menjadi perusahaan skala menengah yang telah melewati satu siklus bisnis.
Banyaknya pesaing dalam industri rental mobil baik rental mobil konvensional
maupun rental mobil yang sudah bersistem membuat perusahaan ini harus
memiliki model bisnis sebagai landasan operasional perusahaan. Selain itu
perusahaan harus memiliki program dan strategi yang tepat untuk bisa
berkompetisi dalam industri ini. Salah satu pendekatan yang bisa digunakan untuk
membuat model bisnis perusahaan adalah pendekatan model bisnis kanvas.
Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi model bisnis rental
mobil Wiralodra 27 menggunakan pendekatan model bisnis kanvas, 2)
menganalisis setiap elemen kunci yang menjadi kekuatan dan kelemahan, serta
peluang dan hambatan yang mempengaruhi model bisnis rental mobil Wiralodra
27, 3) merumuskan model bisnis kanvas perbaikan dan memberikan rekomendasi
program serta strategi perbaikan untuk pengembangan bisnis rental mobil
Wiralodra 27. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
jenis penelitian studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari
data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara mendalam
dengan tim BOD rental mobil Wiralodra 27 karyawan senior perusahaan. Selain
itu, wawancara terstruktur dengan menggunakan kuesioner dilakukan juga kepada
pelanggan yang dipilih secara purposive. Data sekunder diperoleh dari dokumen
perusahaan, website, dan studi pustaka yang meliputi gambaran umum
perusahaan, visi misi, data kinerja operasional perusahaan dari tahun 2010 s.d
2015.
Berdasarkan hasil penelitian pada bisnis rental mobil Wiralodra 27
diperoleh hasil bahwa customer segment dari rental mobil Wiralodra 27 terdiri
dari civitas akademika, konsumen retail/ umum, konsumen perusahaan. Value
proposition yang ditawarkan berupa harga penyewaan yang kompetitif,
pemesanan order terpercaya, penggunaan teknologi GPS, juru mudi
berpengalaman. Channels yang dibangun berupa saluran langsung dan saluran
tidak langsung. Saluran langsung melalui kantor dan penjelasan saat serah terima
kendaraan, sedangkan saluran tidak langsung melalui website, sosial media,
market place dan seminar entrepreneurship. Customer relationship yang dibangun
melalui komunikasi langsung dan tidak langsung melalui telpon, BBM, whatsapp, ine, instagram, testimoni-via website, sosial media, thread and forum. Revenue
stream berasal dari dua sumber yaitu transaksi penyewaan kendaraan dan
penjualan kendaraan bekas. Key resources yang dimiliki rental mobil Wiralodra
27 terdiri dari tangible resources dan intangible resource. Key activities dari
rental mobil Wiralodra 27 tertuang dalam SOP setiap divisi. Key partnership
rental mobil Wiralodra 27 terdiri dari showroom, lembaga pembiayaan, mitra
bisnis pemilik kendaraan rental, asuransi, bengkel rekanan, grosir spare part,
jaringan anggota, sesama pebisnis rental mobil. Cost structure dari rental mobil
Wiralodra 27 yaitu down payment pembelian kendaraan, angsuran kendaraan,
maintenance kendaraan, gaji karyawan, biaya sewa kantor, dividen investor, biaya
pemasaran, tagihan listrik telpon dan internet, biaya laka lantas dan mobil kasus
Pendekatan model bisnis kanvas dengan analisis SWOT memberikan
masukan pada semua elemen kunci model bisnis kanvas. Rekomendasi perbaikan
pada customer segment yaitu dilakukan segmentasi ulang dengan fokus pada
konsumen dengan kredibilitas tinggi baik civitas akademika maupun retail,
konsumen penyewaan plus driver, konsumen goverment. Perbaikan pada value
proposition menekankan pada peningkatan juru mudi untuk lebih profesional.
Perbaikan pada channels berfokus pada pembentukan divisi customer care.
Perbaikan pada customer relationship dengan melakukan penambahan pada email
marketing dan komunikasi tatap muka dengan konsumen. Perbaikan pada revenue
stream melalui pengelolaan unit bisnis jasa profesional driver dan paket wisata
dari vendor wisata di Bogor. Perbaikan pada key resources dengan meningkatkan
kepercayaan mitra pemilik mobil dan meningkatkan kepercayaan konsumen loyal.
Perbaikan pada key activities dengan melakukan follow up pada pelanggan
potensial dan pelatihan SDM. Perbaikan pada key partnership berfokus pada
restrukturisasi pembiayaan dari leasing menjadi penggunaan bank sebagai mitra
dan skema investasi dengan investor. Perbaikan pada cost structure dengan
melakukan penambahan item training SDM dalam rangka perubahan model
bisnis. Prioritas perbaikan yang penting dan mendesak adalah pada customer
segment, key partnership, revenue stream karena terkait faktor resiko bisnis dan
arus pendapatan untuk menopang keberlangsungan bisnis rental mobil Wiralodra
27 sebagai suatu entitas bisnis rental mobil.
Strategi pengembangan bisnis yang dapat dilakukan oleh manajemen rental
mobil Wiralodra 27 dalam hal perbaikan strategi diantaranya adalah sebagai
berikut: 1) Melakukan screening terhadap konsumen yang sudah ada terkait
kredibilitas dalam menyewa kendaraan dan menggarap pasar rental mobil plus
driver lebih serius, 2) Membentuk tim marketing khusus untuk mengoptimalkan
pemasaran online dan pemasaran offline terutama menggapai pelanggan lebih
dekat dan mengerti kebutuhannya, menjaga hubungan baik mitra kerja pemilik
mobil dan perusahaan, serta meningkatkan hubungan dengan vendor pariwisata di
Bogor, 3) Melakukan pelatihan SDM secara berkala baik level manajemen
menengah maupun pelaksana guna meningkatkan profesionalitas, 4) Pembentukan
unit bisnis penyedia layanan jasa juru mudi profesional untuk meningkatkan
revenue perusahaan, 5) Melakukan restrukturisasi pembiayaan guna menekan
pengeluaran dan meningkatkan profit. | |