| dc.description.abstract | Aspek fundamental dalam manajemen supply chain adalah manajemen
kinerja dan perbaikan secara berkelanjutan. Pengukuran manajemen supply chain
perlu dilakukan karena dalam proses supply chain bukan hanya melibatkan
kegiatan internal perusahaan saja tetapi juga external perusahaan seperti pemilihan
supplier, jasa pihak ketiga dan lainnya. Untuk itu diperlukan system pengukuran
yang mampu mengevaluasi kinerja supply chain secara keseluruhan untuk
melakukan monitoring dan pengendalian, mengkomunikasikan tujuan organisasi
ke fungsi-fungsi pada supply chain, mengetahui dimana posisi suatu organisasi
terhadap pesaing dan menentukan arah perbaikan untuk menciptakan keunggulan
bersaing.
PT. XYZ merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang
Kimia Tekstil. Perusahaan tersebut merupakan perusahaan multinasional yang
memiliki tujuh pabrik di dunia salah satunya di Indonesia. Perusahaan ini
memiliki lima divisi, yaitu: Advanced Materials, Performance Products,
Pigments-Additives Polyurethanes dan Textile Effects. Produk jadi yang
dihasilkan oleh PT. XYZ akan didistribusikan tidak hanya untuk konsumen lokal
tapi juga untuk ekspor, sehingga mempunyai rangkaian supply chain yang
kompleks. Sementara itu dari sisi internal supply chain PT. XYZ terdapat
beberapa bagian atau divisi yang berhubungan dengan bidang ini yaitu bagian
procurement, warehouse dan delivery.
Kerangka penelitian ini dirumuskan dalam rangka membangun metode
pengukuran kinerja rantai pasok. Analisis kondisi rantai pasok dilakukan untuk
mengidentifikasi analisis struktur dan pelaku rantai pasok. Perancangan metode
pengukuran kinerja dibangun dengan mengidentifikasi matrik kinerja dan
penentuan bobot metric pengukuran kinerja. Selanjutnya dilakukan impelementasi
dan integrasi penilaian metode pengukuran kinerja rantai pasok dan perumusan
strategi peningkatan kinerja rantai pasok.
Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa cara, yaitu (1) Studi
literatur, terutama mengenai proses Supply chain Management (SCM) yang terjadi
di PT. XYZ; (2) Survei langsung lapangan ke b. Observasi, yaitu pengumpulan
data melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian untuk menelaah dan
mengetahui aktivitas dan proses internal perusahaan sehingga dengan observasi
diharapkan akan diperoleh data dan informasi untuk melakukan kajian terhadap
faktor pemicu perubahan dan pengendalian biaya rantai pasok.; c. Wawancara
dan kuesioner. In depth interview kepada pihak manajemen, hal ini dimaksudkan
untuk menggali informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi dan memicu
perubahan di industri kimia tekstil dan kinerja rantai pasok PT. XYZ. di pasar
industri kimia tekstil Indonesia, yang mencakup faktor-faktor strategis lingkungan
internal dan eksternal serta dampak perubahan terhadap kinerja PT. XYZ.
Pengisian kuesioner dilakukan dengan wawancara melalui telpon atau dengan cara tatap muka untuk mempertajam hasil pengisian kuesioner serta melengkapi
informasi lain yang diperlukan sesuai kebutuhan penelitian.
Pengukuran kinerja rantai pasok dengan pendekatan model SCOR di PT.
XYZ menunjukan hasil sebagai berikut; Pada level matrik kinerja diperoleh hasil
Pemenuhan Pesanan (81.2% = Good), Kinerja Pengiriman (81.2% = Good),
Kesesuaian dengan Standar Mutu (96% = Excelent), Siklus Pemenuhan Pesanan
(47% - Marginal), Lead Time Pemenuhan Pesanan (60% - Average), Fleksibilitas
Pasokan (71% - Good), Siklus Cash to Cash Cycle (70% - Average), dan
Persediaan Harian (43% - Marginal). Pemenuhan pesanan, kinerja pengiriman,
dan kesesuaian dengan standard mutu mempengaruhi nilai reliabilitas pada level
atribut kinerja, sedangkan siklus pemenuhan pesanan dan lead time pemenuhan
pesanan mempengaruhi nilai responsivitas. Nilai asset dipengaruhi oleh siklus
cash to cash cycle dan persediaan harian. Fleksibilitas pasokan mempengaruhi
nilai fleksibilitas pada level atribut kinerja, sedangkan biaya rantai pasok
mempengaruhi nilai kinerja biaya pada level atribut kinerja.
Hasil dari pengukuran pada level atribut kinerja adalah sebagai berikut ;
Reliabilitas (82% - Excellent), Responsivitas (55% - Average), Fleksibilitas (71%
Good), dan Asset (65% - Average). Sedangkan pada level parameter kinerja
diperoleh hasil efektivitas (66% - Average) dan effisiensi (68% - Average).
Kinerja rantai pasok secara keseluruhan memiliki nilai kinerja 67% atau pada
indikator kinerja Average. Hasil perhitungan ini menunjukkan perlunya perbaikan
agar mampu bersaing pada industri kimia tekstil.
Berdasarkan hasil Focus Group Discusion (FGD) diperoleh kesimpulan
bahwa untuk meningkatkan kinerja rantai pasok di PT. XYZ harus dilakukan
dengan 3 tools improve yaitu, quality campaign, improvement shopfloor, dan cost
control manajemen. Quality campaign dapat meningkatkan kinerja dari sisi
kesesuaian dengan standar mutu, sedangkan perbaikan shopfloor manajemen
dapat meningkatkan kinerja pemenuhan pesanan, kinerja pengiriman, siklus
pemenuhan pesanan, lead time pemenuhan pesanan, fleksibilitas rantai pasok,
cash to cash cycle, dan persediaan harian. Cost control manajemen dapat
meningkatkan kinerja pada parameter biaya supply chain. | |