Peningkatan Kinerja Proses Produksi Biskuit Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Pada Pt.Xyz
Abstract
PT XYZ adalah produsen biskuit yang beroperasi di Indonesia, yang
berkomitmen untuk mampu bersaing di industri biskuit. Salah satu langkahnya
adalah melakukan peningkatan kinerja proses produksi dengan cara penurunan
waste/ loss atau kerugian dalam seluruh rangkaian proses produksi. Industri FMCG
(Fast Moving Consumer Goods) termasuk di dalamnya industri makanan adalah
industri dengan tingkat persaingan yang cukup ketat, produsen bersaing dalam hal
produk, kualitas, harga dan distribusi. Pada Tahun 2013, PT XYZ melakukan
ekspansi kapasitas dengan melakukan pemasangan lini produksi no.5 (Line 5) yang
merupakan kapasitas produksi paling besar. Hal ini memerlukan kemampuan
proses yang baik, sesuai dengan tujuan investasi yang dilakukan. Perbaikan dan
peningkatan proses produksi dilakukan dengan menerapkan beberapa metode, salah
satu metodenya adalah Lean Six Sigma.
Konsep Lean adalah perampingan atau efisiensi suatu proses, sedangkan Six
Sigma didefinisikan sebagai proses yang memproduksi dengan tidak lebih dari 3,4
produk cacat per satu juta peluang (3,4 defect per million opportunity), dan usaha
untuk mencapai hal tersebut dilakukan 5 fase yang disebut DMAIC (Define,
Measure, Analize, Improve, dan Control). Penelitian ini diharapkan dapat memberi
kontribusi terhadap perbaikan proses produksi dan peningkatan kapabilitas proses
Line-5.
Hasil Penelitian mendapati nilai Process Cycle Efficiency (PCE) 47.29
persen, CTQ (Critical to Quality) dan nilai kapabilitas proses berupa Cpm
(Capability Index) setiap tahapan proses dan Yield. Line-5 memiliki DPMO
(Defects Per Million Opportunities) sebesar 29632.607 dengan Sigma Score 3.39
Sigma, analisis FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) menghasilkan
rekomendasi perbaikan di setiap tahapan proses.
Collections
- MT - Business [4057]
