Show simple item record

dc.contributor.advisorAchsani, Noer Azam
dc.contributor.advisorAndati, Trias
dc.contributor.authorZen, Novian
dc.date.accessioned2025-08-07T09:48:31Z
dc.date.available2025-08-07T09:48:31Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167419
dc.description.abstractPT Mega Eltra adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan bidang utamanya bergerak pada usaha jasa kelistrikan. Atas kebijakan Kementerian BUMN (K-BUMN) pada tanggal 1 Januari 2011 PT Mega Eltra resmi diakuisisi oleh PT Pupuk Indonesia yang bergerak pada bidang produksi dan distribusi pupuk. PT Pupuk Indonesia selaku perusahaan induk diharapkan dapat memperbaiki kinerja keuangan PT Mega Eltra selaku anak perusahaan melalui sinergi bisnis. Namun, setelah empat tahun kinerja keuangan PT Mega Eltra tidak menunjukkan adanya perbaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan dan pengaruh sinergi bisnis sebelum dan sesudah PT Mega Eltra diakuisisi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis model uji t berpasangan. Parameter yang digunakan meliputi rasio profitabilitas yang mencakup ROA (Return on Asset), ROE (Return on Equity), TAT (Total Asset Turnover) dan PM (Profit Margin) dan rasio struktur modal (rasio leverage) yang mencakup DAR (Debt Asset Ratio), DER (Debt Equity Ratio). Data yang digunakan adalah data sekunder yang berasal dari laporan keuangan perusahaan pada tahun 2010-2014. Berdasarkan hasil penelitian, pada tahun pertama semua parameter menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada taraf α < 5% kecuali TAT. Pada tahun kedua parameter PM, DAR, DER menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada taraf α < 5% kecuali ROA, ROE dan TAT. Pada kedua tahun ini penjualan mengalami kenaikan namun hasilnya tidak berpengaruh signifikan pada perbaikan kinerja keuangan. Pada tahun ketiga semua parameter menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada taraf α < 10%. Pada tahun ini penjualan menurun sehingga mengakibatkan kinerja keuangan menurun. Pada tahun keempat semua parameter menunjukkan perbedaan yang signifikan pada taraf α < 1%, α < 5% dan α < 10% kecuali TAT dan DAR. Pada tahun ini penjualan naik dan beban usaha tinggi mengakibatkan kinerja keuangan menurunan. Sinergi bisnis dalam pemasaran pupuk selama empat tahun sesudah akuisisi tidak mempengaruhi kinerja keuangan. Pada tahun pertama dan kedua sesudah akuisisi perusahaan berada dalam predikat kurang sehat (BB). Pada tahun ketiga dan keempat kinerja keuangan tetap menurun dengan predikat kurang sehat (CCC). Rasio struktur modal (rasio leverage) tahun pertama hingga tahun keempat tidak mengalami perubahan. Rasio utang dibandingkan modal adalah sebesar 95% : 5%. Berdasarkan kondisi tersebut maka PT Pupuk Indonesia selain fokus pada sinergi bisnis juga harus memperbaiki rasio struktur modal PT Mega Eltra. Manjemen PT Mega Eltra harus difokuskan pada pemasaran pupuk dan menutup usaha lain. K-BUMN sebaiknya mengambil kebijakan untuk melikuidasi PT Mega Eltra bila kinerja keuangan tetap memburuk atau modal sendiri (ekuitas) perusahaan negative pada beberapa tahun mendatang.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Keuanganid
dc.titlePengaruh Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Pt Mega Eltraid
dc.subject.keywordAkuisisiid
dc.subject.keywordKinerja Keuangan Dan Struktur Modalid
dc.subject.keywordPerusahaan Induk Dan Anak Perusahaanid
dc.subject.keywordSinergi Bisnisid
dc.subject.keywordRoeid
dc.subject.keywordRoiid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record