| dc.description.abstract | BNI Syariah sebagai Bank Umum Syariah berkomitmen untuk memenuhi
dan menyempurnakan rencana pengembangan SDM dari waktu ke waktu untuk
menunjang kinerja dan layanan yang terbaik kepada para stakeholder serta
mewujudkan world class human capital. Hal ini tentunya menuntut adanya
kinerja yang tinggi dari para pegawai untuk dapat melaksanakan tugas-tugas
dengan baik. Usaha organisasi untuk meningkatkan produktivitasnya baik dalam
aspek finansial maupun non finansial mengalami berbagai hambatan, salah
satunya adalah penurunan kinerja karyawan yang disebabkan oleh penurunan
tingkat motivasi karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengkaji kondisi
motivasi kerja dan kinerja pegawai secara umum. (2) Mengkaji pengaruh
motivator dan hygiene factor terhadap kinerja pegawai. (3) Mengkaji faktor-faktor
motivasi yang paling berpengaruh terhadap kinerja pegawai. (4) Merumuskan
langkah-langkah manajerial operasional yang perlu dilakukan untuk
meningkatkan motivasi kerja agar kinerja pegawai dapat lebih baik.
Responden pada penelitian ini adalah seluruh pegawai di PT Bank BNI
Syariah Jakarta Barat yang berjumlah 41 orang dan seluruh pegawai di PT Bank
BNI Syariah Bogor yang berjumlah 53 orang. Seluruh pegawai menjadi
responden penelitian karena total jumlah pegawai di kedua cabang tersebut kurang
dari 100 orang, yaitu hanya 94 orang. Metode pengambilan sampel cabang pada
penelitian ini menggunakan metode judgement (purposive) sampling berdasarkan
pertimbangan peneliti tentang beberapa karakteristik yang sesuai untuk menjawab
tujuan penelitian. Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk mengetahui
bagaimana persepsi responden terhadap pernyataan-pernyataan di dalam
kuesioner melalui analisis rataan skor. Selanjutnya setelah dilakukan analisis
statistik deskriptif dilakukan analisis data dengan menggunakan program Partial
Least Square (PLS) untuk memperoleh hasil seberapa besar pengaruh motivator
dan hygiene factor terhadap kinerja pegawai. Analisis data menggunakan PLS
karena tidak menuntut sampel dalam jumlah besar dan direkomendasikan antara
30-100 sampel seperti yang dipaparkan dalam Ghozali (2015). Evaluasi model
dalam SEM-PLS menggunakan program SmartPLS 2.0 sangat berguna untuk
memprediksi hubungan antara variabel dependen dari beberapa variabel
independen. PLS dapat menemukan indikator dari variabel independen yang juga
relevan untuk variabel dependen (Feng et al., 2008). Model PLS terdiri dari
bagian struktural, yang mencerminkan hubungan antara variabel laten, dan
komponen pengukuran, yang menunjukkan bagaimana variabel laten dan
indikator mereka terkait (Haenlein dan Kaplan, 2004).
Analisis deskriptif dengan nilai rataan skor menunjukkan bahwa secara
umum kondisi motivator, hygiene factor dan kinerja pegawai belum maksimal.
Oleh karena itu, pegawai di PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Jakarta Barat
dan Bogor perlu didorong untuk terus meningkatkan motivasi kerjanya agar
mencapai kinerja yang maksimal. Hasil analisis pengaruh motivator dan hygiene
factor terhadap kinerja pegawai menunjukkan bahwa hygiene factor lebih dominan berpengaruh terhadap pembentukan kinerja pegawai dibandingkan
dengan motivator. Indikator yang paling dominan dalam merefleksikan hygiene
factor terhadap kinerja pegawai PT Bank BNI Syariah Kantor Cabang Jakarta
Barat dan Bogor adalah kondisi kerja dan hubungan interpersonal. Indikator yang
paling dominan dalam merefleksikan motivator terhadap kinerja pegawai PT
Bank BNI Syariah Kantor Cabang Jakarta Barat dan Bogor adalah pekerjaan itu
sendiri. | |