| dc.description.abstract | Manajemen modal kerja merupakan topik yang paling sering didiskusikan
dalam penelitian, perusahaan berusaha mendapatkan likuiditas dan efisiensi
operasional dalam mengelola modal kerja mereka. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk menganalisis kebijakan modal kerja, menganalisis profitabilitas dan
menguji apakah manajemen modal kerja secara signficant mampu meningkatkan
profitabilitas nilai saham pemilik perusahaan. Efisiensi pengelolaan modal kerja
dapat ditentukan oleh komponen siklus konversi kas dan siklus perdagangan
bersih, kemudian menguji variabel-variabel tersebut dengan profitabilitas . Dalam
studi ini, empat perusahaan publik yang terdaftar Unggas Bisnis di Bursa Efek
Indonesia pada periode 2006-2014 dianggap mewakili Industri unggas.
Hasil analisis dari kebijakan modal kerja , modal kerja bersih pada
perusahaan sektor perunggasan mengalami peningkatan dalam kurun waktu 2006-
2014 seiring dengan kenaikan penjualan, dapat disimpulkan bahwa perusahaan
menjaga likuiditas dengan mengelola DSO, CCC dan pinjaman jangka pendek.
Perusahaan sektor perunggasan menerapkan kebijakan modal kerja agresif bukan
konservatif untuk menjaga likuiditas modal kerja dan meningkatkan profitabilitas
walaupun penjualan pakan ternak, anak ayam usia sehari (Day Old Chick/DOC)
ke peternak kemitraan dan peternak komersial.
Kinerja keuangan dan Profitabilitas perusahaan disektor perunggasan sangat
dipengaruhi oleh DSO dan NTC, secara empiris dapat dilihat pada kinerja
perusahaan yang rata-rata nilai DSO dan NTC memiliki gap yang kecil dengan
tolok ukur industri. NTC sangat dipengaruhi oleh net sales semakin besar net
sales rasio maka NTC semakin baik. Model analisis yang digunakan adalah
model regresi panel . Hasil analisis menggunakan model efek tetap berdasarkan
uji Chow telah dilakukan. Uji asumsi klasik dan Goodness of Fit Uji juga telah
dilakukan untuk menguji model yang terpilih. Hasil regresi panel memberikan
kesimpulan bahwa pengelolaan modal kerja secara signifikan mempengaruhi
profitabilitas perusahaan. Dengan melakukan analisis setiap komponen modal
kerja (DSO, DIO, DPO dan NTC ) secara terpisah, perusahaan dalam industri
perunggasan dalam penelitian ini secara substansial dapat meningkatkan
profitabilitas dengan mengelola modal kerja mereka secara secara efisien.
Efektivitas perusahaan disektor perunggasan dalam mengelola likuiditas
modal kerjanya dengan memakai pendekatan menimimalkan modal kerja.
Meminimalkan modal kerja bisa dicapai dengan cara diantaranya mempercepat
penagihan piutang penjualan, meningkatkan perputaran persediaan dan
mengurangi pembelanjaan dengan kas. | |