Show simple item record

dc.contributor.advisorMaarif, M Syamsul
dc.contributor.advisorSumarwan, Ujang
dc.contributor.authorFajri, Lisha Luthfiana
dc.date.accessioned2025-08-07T09:48:21Z
dc.date.available2025-08-07T09:48:21Z
dc.date.issued2016
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/167413
dc.description.abstractSaat ini, geliat Industri Kecil Menengah (IKM) mendapatkan perhatian besar bagi pemerintah Indonesia. Hal ini salah satunya disebabkan oleh keberadaan IKM sebagai penyokong perekonomian negara, membuka lapangan pekerjaan dari berbagai latar belakang pendidikan, dan telah terbukti tetap stabil di tengah krisis yang pernah melanda di negeri ini. Batik Bogor Tradisiku sebagai pioneer IKM batik di Kota Bogor merupakan IKM unggulan yang mengangkat potensi daerah Kota Bogor dalam motif batik selama delapan tahun dan turut melestarikan warisan budaya tak benda yang telah diakui UNESCO agar tetap hidup di zaman modern ini. Budaya kerja yang baik di dalam IKM Batik Bogor Tradisiku akan memberikan performa yang baik dari sisi internal dan akan memberikan kontribusi dalam industry kerajinan di Kota Bogor dari sisi eksternal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis pendekatan budaya kerja yang cocok untuk diterapkan di Batik Bogor Tradisiku untuk mengurangi terjadinya ketidakselarasan antar divisi. Keselarasan organisasi atau perusahaan adalah derajat kolaborasi antara struktur, strategi, dan budaya. Selanjutnya, budaya akan dibagi ke dalam empat aspek, yaitu aspek kekeluargaan (clan), kreasi inovasi (adhocracy), hierarki (hierarchy), dan pasar (market). Kemudian, penelitian ini membuktikan apakah kekuatan pertalian (power relationship) dan kepemimpinan (leadership) dapat menjadi katalis yang mempercepat terbentuknya keselarasan organisasi. Hubungan sebab akibat ini dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares (PLS) untuk confirmatory factor analysis tingkat dua. Data penelitian diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh seluruh populasi karyawan (teknik sensus) dan juga dianalisis secara kualitatif. Jadi, penelitian ini melihat pengaruh dari budaya, kekuatan pertalian, dan kepemimpinan terhadap keselarasan dan menjelaskan melalui implikasi manajerial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batik Bogor Tradisiku perlu melakukan pendekatan budaya kerja adhocracy untuk menggantikan clan, dan didukung dengan leadership style yang tepat akan mempercepat terciptanya keselarasan dalam perusahaan.
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcManajemen Sumber Daya Manusiaid
dc.titlePendekatan Budaya Kerja Untuk Mengurangi Ketidakselarasan Antar Divisi Pada Ikm Batik Bogor Tradisikuid
dc.subject.keywordBudaya Kerjaid
dc.subject.keywordBudaya Perusahaanid
dc.subject.keywordKekuatan Pertalianid
dc.subject.keywordKeselarasanid
dc.subject.keywordSemid
dc.subject.keywordPartial Least Squares (Pls)id
dc.subject.keywordConfirmatory Factor Analysisid
dc.subject.keywordLeadershipid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record